Dha’fu Dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Munīr

Hasanah, Nur (2025) Dha’fu Dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Munīr. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-daftar isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (749kB)
[img] Text (Bab I)
Nur Hasanah BAB I.pdf - Published Version

Download (274kB)
[img] Text (Bab III)
Nur BAB III.pdf - Published Version

Download (203kB)
[img] Text (BAB V-daftar Pustaka)
Nur BAB V dan daftr pustaka.pdf - Updated Version

Download (235kB)
[img] Text (Full Text Skripsi)
Nur Hasanah_2115050174_Full Text skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Dha’fu Dalam Al-Qur’an Menurut Tafsir Al-Munīr” yang ditulis oleh Nur Hasanah, NIM 2115050174, Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami konsep kelemahan manusia dalam perspektif al-Qur’an menurut Tafsir al-Munīr. Dengan mengkaji bagaimana Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan makna dha’fu, penulis berharap dapat menemukan pemahaman yang komprehensif dan kontekstual tentang kelemahan manusia, serta bagaimana Islam memandang dan menawarkan solusi terhadap berbagai bentuk kelemahan tersebut. Penelitian ini membahas tentang makna dan penggunaan kata dha’fu dalam al-Qur’an berdasarkan penafsiran Tafsir al-Munīr karya Wahbah Az-Zuhaili. Kata dha’fu yang secara bahasa berarti kelemahan, muncul dalam beberapa konteks ayat, baik yang berkaitan dengan fisik, mental, keimanan, maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dha’fu dalam ayat-ayat al-Qur’an serta bagaimana penafsiran Tafsir al-Munīr menjelaskan kata tersebut dalam berbagai konteksnya. Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode maudhu’i dengan teknik content analysis yang bercorak studi kepustakaan (library research). Adapun sumber primer dari penelitian ini adalah al-Qur’an dan kitab tafsir al-Munīr karya Wahbah az-Zuhaili. Sementara sumber sekundernya meliputi buku, jurnal, artikel, dan beberapa karya ilmiah lainnya yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata dha’fu dan derivasinya dalam al-Qur’an memiliki makna yang bergam tergantung pada konteks ayatnya. Dalam tafsir al-Munīr, Wahbah Az-Zuhaili menafsirkan dha’fu tidak hanya sebagai kelemahan secara fisik atau jasmani, tetapi juga meliputi kelemahan dari segi lainnya. Bentuk-bentuk dha’fu dalam al-Qur’an menurut tafsir al-Munīr yaitu kelemahan segi ilmu pengetahuan terdapat pada: QS. Al-Baqarah (2): 282, kelemahan dari segi status sosial terdapat pada QS. Hūd (11): 91, kelemahan dari segi pengendalian hawa nafsu terdapat pada An-Nisā’ (4): 28, kelemahan dari segi fisik terdapat pada QS. At-Taubah (9): 91, Ar-Rūm (30): 54, dan QS. Al-Anfāl (8): 66, kelemahan dari segi pandangan/akal terdapat pada QS. Ibrāhīm (14):21, kelemahan ekonomi: QS. Al-Baqarah (2): 266, An-Nisā’ (4):9, kelemahan dari segi tekad/kemauan: QS. Ali-Imrān (3): 146, serta kelemahan dari segi politik: QS. An-Nisā’ (4): 75.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Dha’fu, Tafsir al-Munīr.
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 09 Feb 2026 03:51
Last Modified: 09 Feb 2026 03:51
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27556

Actions (login required)

View Item View Item