Perbedaan Pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi'i Tentang akibat Li'an Terhadap Perceraian

Putri, Rasmi Delta (2025) Perbedaan Pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi'i Tentang akibat Li'an Terhadap Perceraian. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
RASMI DELTA PUTRI. NIM 2113020034. COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
RASMI DELTA PUTRI. NIM 2113020034. BAB I.pdf - Published Version

Download (766kB)
[img] Text (BAB III)
RASMI DELTA PUTRI. NIM 2113020034 .BAB III.pdf - Published Version

Download (704kB)
[img] Text (BAB V)
RASMI DELTA PUTRI. NIM 2113020034. BAB V.pdf - Published Version

Download (388kB)
[img] Text (FULLTEKS)
RASMI_DELTA_PUTRI. NIM 2113020034. FULLTEKS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Perbedaan Pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi’i Tentang Akibat Li’an Terhadap Perceraian”. Disusun oleh Rasmi Delta Putri, NIM 2113020034 Prodi Perbandingan Mazhab Fakultas Syari’ah UIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi’i tentang akibat li’an terhadap perceraian. Imam Abu Hanifah berpendapat akibat li’an terhadap perceraian sama halnya dengan akibat talak ba’in (qubra) bersumber pada kitab Badai ash-Shanai dan kitab al-Mabsuth, sedangkan Imam asy-Syafi’i berpendapat akibat li’an terhadap perceraian adalah fasakh bukan talak bersumber pada kitab Hasyiyah al-Bujairimi dan kitab al-Umm. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi’i mengenai akibat li’an terhadap perceraian?. Berdasarkan latar belakang diatas maka tujuan penelitian ini ada tiga, (1) Mengetahui dalil dan Metode Istinbath yang digunakan Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi’i mengenai akibat li’an terhadap perceraian (2) Menganalisis penyebab perbedaan pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi’i mengenai akibat li’an terhadap perceraian (3) Menentukan pendapat yang terkuat antara Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi’i mengenai akibat li’an terhadap perceraian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan mengkaji kitab Imam Abu Hanifah dan Imam asy-Syafi’i kemudian dianalisis menggunakan studi komparatif. Adapun hasil penelitian ini adalah: (1) Dalil yang digunakan oleh Imam Abu Hanifah adalah Q.s an-Nisa ayat 3 dan 24, hadist riwayat Sahal bin Sa’ad, tentang Uwaymir yang berli’an dengan istrinya kemudian dia mentalak tiga istrinya, hadist ini termaksud hadist shahih. Sedangkan Imam asy-Syafi’i mengunakan dalil Q.s an-Nur ayat 4, 6 ,7 dan 8, dan hadist riwayat Sa’id bin Jubair tentang tidak akan pernah bersatu kembali suami istri yang telah berli’an untuk selama-lamanya, hadist ini termaksud hadist hasan. Adapun metode istinbath yang digunakan oleh kedua Imam yakni menggunakan metode Ta’lili dan Bayani. (2) Sebab perbedaan kedua Imam adalah berbeda dalam menggunakan dalil dan metode istinbath. (3) Pendapat terkuat yaitu pendapat Imam asy-Syafi’i karena dalil yang digunakan Imam asy-Syafi’i menggunakan dalil al-Qur’an dan hadist yang mengatakan, tidak akan pernah bersatu kembali suami istri yang bercerai setelah li’an dan telah menjadi sunnah (ketentuan) bahwa suami istri yang saling bercerai (sumpah li’an) tidak akan pernah bersatu kembali untuk selama-lamanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Akibat li’an, Perceraian, Talak Ba’in, Fasakh, Imam Abu Hanifah, Imam asy-Syafi’i
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Syariah
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 09 Feb 2026 03:57
Last Modified: 09 Feb 2026 03:57
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27480

Actions (login required)

View Item View Item