Husni, Nurul Izzati (2025) Pemerintahan Kolonial Belanda di Padang Abad XVII-XVIII M Berdasarkan Naskah Oendang-oendang Adat Limbago. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Nurul Izzati Husni. 2111020008. Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
Nurul Izzati Husni. 2111020008. BAB I.pdf - Published Version Download (420kB) |
|
|
Text (BAB III)
Nurul Izzati Husni. 2111020008. BAB III.pdf - Published Version Download (594kB) |
|
|
Text (BAB IV - Daftar Pustaka)
Nurul Izzati Husni. 2111020008. BAB IV - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (349kB) |
|
|
Text (Full Text)
Nurul Izzati Husni. 2111020008. Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika politik dan pemerintahan kolonial di Padang pada abad ke-17 hingga ke-18 M dengan memanfaatkan naskah Oendang-oendang Adat Limbago sebagai sumber utama. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk merekonstruksi sejarah lokal berdasarkan sumber tradisional yang mencerminkan perspektif masyarakat adat Minangkabau, terutama dalam konteks kolonialisme Belanda. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi latar belakang kehadiran kolonial di Padang, kondisi politik tradisional Minangkabau pada masa pemerintahan Belanda, serta bentuk kepemimpinan kolonial yang diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan ketiga aspek tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat langkah, yakni heuristik, kritik sumber, sintesis, dan penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VOC mulai memasuki wilayah Padang dengan dukungan sebagian pemimpin adat yang memandang Belanda sebagai sekutu strategis untuk menolak dominasi Kesultanan Aceh. Setelah mendapat izin, VOC mendirikan loji dan struktur administratif sendiri, dengan menunjuk komondor sebagai pemimpin kolonial di Padang. Meski demikian, sistem kepemimpinan adat tetap dijaga melalui institusi Penghulu Nan Salapan Suku dan lembaga musyawarah, menunjukkan bahwa dominasi kolonial tidak sepenuhnya meniadakan kedaulatan lokal. Naskah mencatat sejumlah nama komondor yang pernah menjabat, beserta peristiwa-peristiwa yang menyertai masa tugas mereka, termasuk upaya intervensi terhadap sistem adat. Meskipun kekuasaan VOC terus berkembang, masyarakat adat tetap menegosiasikan ruang kekuasaan mereka dengan mengandalkan legitimasi adat dan struktur sosial yang kuat. Penelitian ini memperlihatkan bahwa Oendang-oendang Adat Limbago tidak hanya menjadi rujukan adat, tetapi juga dokumen historis penting yang mencerminkan benturan dan perundingan antara sistem kolonial dan tradisional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Belanda, Kolonialisme, Naskah Oendang-oendang Adat Limbago, Padang, VOC |
| Subjects: | D History General and Old World > D History (General) |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 03 Sep 2025 08:54 |
| Last Modified: | 03 Sep 2025 08:54 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27475 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
