Rafli, Muhammad Sultan (2025) Penafsiran Buhtan Dalam Al-Qur'an (Pendekatan Teori Semantik Geoffrey Leech). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar isi)
Cover-Daftar Isi_Muhammad Sultan Rafli_2115050106.pdf - Published Version Download (781kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I_Muhammad Sultan Rafli_2115050106.pdf - Published Version Download (380kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III_Muhammad Sultan Rafli_2115050106.pdf - Published Version Download (218kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V-Daftar Pustaka_Muhammad Sultan Rafli_2115050106.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Full Text)
FULL SKRIPSI_MUHAMMAD SULTAN RAFLI_2115050106.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi mempermudah penyebaran berita, namun juga membuka peluang tersebarnya informasi palsu dan tuduhan keji tanpa bukti. Dalam konteks ini, al-Qur’an menggunakan istilah buhtan untuk menggambarkan tuduhan dusta yang sangat tercela. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tersebut dan pentingnya pemahaman yang tepat terhadap istilah buhtan agar tidak terjadi kekeliruan dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna lafaz buhtan dalam al-Qur’an menurut para mufassir serta menganalisisnya dengan pendekatan teori semantik Geoffrey Leech. Metode pada penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan pendekatan teori semantik Geoffrey Leech dengan mengelompokkan makna dalam tujuh kategori: konseptual, konotatif, sosial, afektif, reflektif, kolokatif, dan tematik. Metode analisis yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan ayat-ayat yang mengandung kata buhtan dalam al-Qur’an serta penafsirannya menurut para mufassir, seperti Sayyid Quthb, Quraish Shihab, dan Wahbah al-Zuhaili. Kemudian mengembangkannya dengan menggunakan pendekatan semantik dari Geoffrey Leech. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kata buhtan secara mendalam, baik dari sudut pandang semantik maupun tafsir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lafaz buhtan dalam al-Qur’an mengandung makna tuduhan dusta yang besar dan keji, yang diarahkan kepada individu maupun kelompok tanpa bukti yang sah. Menurut tafsir al-Munir, buhtan merupakan tuduhan yang sangat mengejutkan karena bertolak belakang dengan kenyataan, sedangkan tafsir Ibnu Katsir menekankan bahwa buhtan adalah kebohongan yang disertai kebencian. Analisis semantik Geoffrey Leech memperlihatkan bahwa buhtan secara konseptual berarti kebohongan besar yang menyalahi fakta, secara konotatif membawa nuansa kehinaan dan aib, secara sosial dilarang keras karena merusak tatanan masyarakat, dan secara afektif menimbulkan keterkejutan serta hilangnya martabat. Dengan demikian, buhtan bukanlah kebohongan biasa, melainkan kebohongan besar yang memiliki dampak moral, sosial, dan hukum yang berat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Buhtan, Semantik, Geoffrey Leech. |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 04 Sep 2025 05:05 |
| Last Modified: | 04 Sep 2025 05:05 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27397 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
