Ranun, Adim (2025) Vasektomi Sebagai Pemicu Perceraian Di Pengadilan Agama Perspektif Maslahah. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER DAN DAFTAR ISI)
1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I ASLI ADIM.pdf - Published Version Download (150kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III ASLI ADIM.pdf - Published Version Download (131kB) |
|
|
Text (BAB V DAN DAFTAR PUSTAKA)
BAB V ASLI ADIM.pdf - Published Version Download (288kB) |
|
|
Text (TESIS FULL TEXT)
TESIS UNTUK DI JILID.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Vasektomi menjadi pemicu perselisihan, sehingga secara tidak langsung dapat menjadi penyebab perceraian dan merusak keutuhan rumah tangga berdasarkan putusan pengadilan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perceraian yang dipicu vasektomi dan mengetahui pertimbangan hakim dalam memutus perkara dengan menggunakan perspektif maslahah. Jenis penelitian Penelitian kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang datanya dikumpulkan dari dokumen resmi dan asli, buku-buku, hasil penelitian, peraturan perundang-undangan, dan fatwa MUI yang berkaitan dengan masalah yang diteliti penulis. Kemudian, dilakukan penelitian terhadap peraturan perundang-undangan, dan sumber-sumber lain, termasuk buku-buku dan jurnal, yang berkaitan dengan vasektomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa vasektomi menjadi pemicu perselisihan, sehingga secara tidak langsung dapat menjadi penyebab perceraian. Berdasarkan pertimbangan yuridis hakim, perselisihan terus menerus (syiqaq) Pasal 39 ayat (2) Undang-undang No. 1 tahun 1974 jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f KHI. Pertimbangan sosiologis hakim, mempertahankan rumah tangga antara penggugat dan tergugat akan menambah penderitaan lahir dan batin yang berkepanjangan serta akan memunculkan kemudharatan lain. Hal sejalan dengan teori maslahah hajjiyat Imam al-Ghazali, perceraian dalam perkara Putusan Nomor 31/Pdt.G/2017/PA.Sri, Putusan Nomor 266/Pdt.G/2013/PA.Sim, dan Putusan Nomor 0281/Pdt.G/2017/PA.Pbr, dapat dibenarkan karena mempertahankan rumah tangga yang penuh pertengkaran, penelantaran, dugaan perselingkuhan, serta hilangnya hak istri dan anak hanya akan menambah kesempitan hidup dan mudarat yang berkepanjangan. Tindakan tergugat yang melakukan vasektomi tanpa kesepakatan, gemar berjudi, lalai beribadah, dan tidak bertanggung jawab juga jelas bertentangan dengan prinsip maqashid al-syari‘ah. Oleh karena itu, perceraian dipandang sebagai solusi yang lebih maslahat untuk menghindarkan kerusakan yang lebih besar, menjaga martabat dan ketenangan hidup para pihak, serta membuka peluang terciptanya kehidupan baru yang lebih baik bagi penggugat dan anak-anaknya. Putusan hakim yang menetapkan talak ba’in sugra ini sejalan dengan firman Allah dalam Q.S. al-Baqarah (2): 227, serta sesuai dengan tujuan syariat untuk menghilangkan kesempitan hidup dalam bingkai maslahah hajjiyat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Vasektomi, Pemicu Perceraian, Perspektif Maslahah |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 02 Sep 2025 08:06 |
| Last Modified: | 02 Sep 2025 08:06 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/27317 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
