Abdul Salam, Muhammad (2025) Penafsiran Ayat-Ayat Miskin Menurut Tafsir Ath-Thabari, Al-Qurthubi, Dan Al-Maraghi. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COPER - DAFTAR ISI)
coper - daftar isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
bab 1.pdf - Published Version Download (849kB) |
|
|
Text (BAB III)
bab 3.pdf - Published Version Download (616kB) |
|
|
Text (BAB 5 - DAFTAR PUSTAKA)
bab 5 - dapus.pdf - Published Version Download (603kB) |
|
|
Text (FILE FULL TEXT)
FILE FULL TEKS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (2MB) |
Abstract
Latar belakang penelitian yang penulis teliti berangkat dari penafsiran ayat-ayat miskin menurut kitab tafsir klasik, pertenghan, dan modern. Permasaalahan ini terletak pada perkembangan, perbedaan dikalangan mufasir klasik, pertengahan, dan modern tentang ayat-ayat miskin. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penafsiran dan katagori miskin menurut tafsir ath-Thabari ̅, al-Qurthubi ̅, dan al-Mara ̅ghi ̅ dan bagaimana solusi al-Qur’an mengatasi kemiskinan menurut ath-Thabari ̅, al-Qurthubi ̅, dan al-Mara ̅ghi ̅. Metode penelitian ini merupaka penelitian perpustakaan (library research), dengan sumber data primer yaitu: ath-Thabari ̅, al-Qurthubi ̅, dan al-Mara ̅ghi ̅ dan data sekunder yaitu: kitab tafsir, buku-buku, artikel-artikel dan literature-literature terkait dengan tema. Hasil penelitian ini adalah pertama Penafsiran kata miskin menurut tafsir ath-Thabari ̅, al-Qurthubi ̅, dan al-Mara ̅ghi ̅ serta persamaan dan perbedaan. Persamaanya dalam al-Qur’an diartikan bahwa ketiganya sepakat miskin adalah orang yang membutuhkan dan mengalami kesulitan hidup yang sangat berat, bahkan sampai kondisi yang sangat memprihatinkan seperti melekat dengan tanah sebagai gambaran kemiskinan ekstrem. Perbedaanya ath-Thabari ̅ lebih menekankan bahwa miskin adalah orang yang karena kondisi lemah dan kurang harta menjadi hina hingga harus meminta-minta. Al-Qurthubi ̅ menambahkan bahwa orang miskin bisa saja masih memiliki pekerjaan, tetapi tetap dalam kesulitan sehingga harus berkeliling meminta sedekah. Sedangkan al-Mara ̅ghi ̅ lebih menyoroti aspek fisik dan usia, seperti kelemahan tubuh atau ketuaaan yang menyebabkan seseorang tidak mampu mencari nafkah sehingga menjadi miskin. Kedua Jadi solusi al-Qur’an mengatasi kemiskinan menurut ath-Thabari ̅, al-Qurthubi ̅, dan al-Mara ̅ghi ̅ dengan berbagai cara menunaikan hak-hak dan berbuat baik, pemberian makan, penyaluran zakat, fidyah , kafa ̅rat, rampasan perang, pembagian warisan. Kata kunci: Miskin, Ath-Thabari ̅, Al-Qurthubi ̅, dan Al-Mara ̅ghi ̅.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Miskin, Ath-Thabari, Al-Qurthubi dan Al-Mara ̅ghi |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 29 Aug 2025 05:23 |
| Last Modified: | 29 Aug 2025 05:23 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26954 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
