Putra, Muhammad Hidayat (2025) Framing Kotak Kosong Pilkada 2024 Pada Media Kompas.com dan Metrotvnews.com. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover Isi - Daftar Isi)
MUHAMMAD HIDAYAT PUTRA - 2112010012 COVER ISI - DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (748kB) |
|
|
Text (BAB I)
MUHAMMAD HIDAYAT PUTRA - 2112010012 BAB I.pdf - Published Version Download (450kB) |
|
|
Text (BAB III)
MUHAMMAD HIDAYAT PUTRA - 2112010012 BAB III.pdf - Published Version Download (461kB) |
|
|
Text (BAB V dan DAFTAR PUSTAKA)
MUHAMMAD HIDAYAT PUTRA - 2112010012 BAB V dan DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (457kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
MUHAMMAD HIDAYAT PUTRA - 2112010012 FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Fenomena kotak kosong dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menjadi persoalan serius yang mempengaruhi kompetisi politik dan potensi penurunan kualitas demokrasi di Indonesia hingga menimbulkan diskursus luas yang dibingkai secara berbeda oleh media termasuk kompas.com dan metrotvnews.com memegang peranan penting dalam membentuk persepsi publik melalui strategi pemberitaan yang dipengaruhi oleh latar ideologis dan kepentingan redaksional masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kompas.com dan metrotvnews.com membingkai dua konteks, yaitu penyebab kemunculan kotak kosong dalam Pilkada 2024, dan pengaruh fenomena ini terhadap esensi kualitas demokrasi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan, yaitu pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi berbasis teori framing Robert N. Entman, khususnya pada dua perangkat utama: define problems dan diagnose causes. Data diperoleh dari artikel berita terpilih yang dipublikasikan antara 01 Agustus hingga 30 September 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompas.com membingkai fenomena kotak kosong sebagai kemunduran demokrasi yang disebabkan oleh desain politik yang dirancang partai-partai untuk menghindari kekalahan, antara lain melalui pembentukan koalisi seperti KIM Plus. Media ini mengambil sudut pandang publik dan menghadirkan narasi kritis terhadap dominasi kekuasaan. Sebaliknya, metrotvnews.com lebih menekankan aspek kekuasaan tanpa mengangkat substansi demokrasi secara kritis, bahkan cenderung menormalisasi praktik politik uang dalam Pilkada, tanpa menghadirkan pandangan tandingan dalam pemberitaannya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis Framing; Kotak Kosong; Pilkada; Media Berita Online |
| Subjects: | U Umum (General) > Ilmu Politik J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 28 Aug 2025 00:52 |
| Last Modified: | 28 Aug 2025 00:52 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26941 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
