PEMENUHAN NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN DI LUAR PENGADILAN AGAMA (STUDI KASUS DI DESA EMPANG BENAO KECAMATAN PAMENANG KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI)

Syaiful, Syaiful (2025) PEMENUHAN NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN DI LUAR PENGADILAN AGAMA (STUDI KASUS DI DESA EMPANG BENAO KECAMATAN PAMENANG KABUPATEN MERANGIN PROVINSI JAMBI). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Syaiful.NIM.2220040028.Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Syaiful.NIM.2220040028.BAB I.pdf - Published Version

Download (764kB)
[img] Text (BAB III)
Syaiful.NIM.2220040028.BAB III.pdf - Published Version

Download (930kB)
[img] Text (BAB V - Daftar Pustaka)
Syaiful.NIM.2220040028.BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (752kB)
[img] Text (Fulltext)
Syaiful.NIM.2220040028.Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang Pemenuhan Nafkah Anak Pasca Perceraian di Luar Pengadilan Agama (Studi Kasus di Desa Empang Benao Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi). Latar belakang penelitian ini didasari oleh praktik perceraian di luar Pengadilan Agama yang dilakukan oleh masyarakat Desa Empang Benao Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Praktik perceraian di luar Pengadilan Agama yang dilakukan oleh masyarakat berdampak pada terabaikannya hak anak-anak dan lalainya seorang ayah dalam melaksanakan kewajibannya terhadap nafkah anak-anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penyabab masyarakat melakukan praktik perceraian di luar Pengadilan Agama dan menganalisis pemenuhan nafkah anak pasca perceraian yang terjadi di luar Pengadilan Agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis melalui teknik wawancara dan dokumentasi terhadap pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian di luar Pengadilan Agama umumnya dipicu oleh faktor perselisihan rumah tangga, ekonomi, dan rendahnya pemahaman hukum masyarakat. Pemenuhan nafkah anak pasca perceraian seringkali tidak berjalan sebagaimana mestinya, baik dari segi jumlah maupun kontinuitas, karena ketiadaan putusan pengadilan yang dapat menjadi dasar penegakan hukum. Kesimpulannya, praktik perceraian di luar Pengadilan Agama berpotensi besar menimbulkan kerugian bagi anak, sehingga diperlukan upaya sosialisasi hukum dan penguatan peran lembaga berwenang untuk memastikan perlindungan hak anak.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Nafkah Anak, Perceraian, Pengadilan Agama
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Pengadilan Islam di Indonesia
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 02 Jun 2026 03:11
Last Modified: 02 Jun 2026 03:11
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26855

Actions (login required)

View Item View Item