Baeha, Fajriah Wahyu Ningsih (2025) Kewarisan Saudara Kandung Dengan Saudara Seayah (Analisis Putusan No. 2169/Pdt.G/2022/PA.Sby). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Fajriah Wahyu N Baeha. NIM 2113010014. Cover sampai Daftar Isi .pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (Bab I)
Fajriah Wahyu N Baeha. NIM 2113010014. BAB I.pdf - Published Version Download (885kB) |
|
|
Text (Bab IV - Daftar Pustaka)
Fajriah Wahyu N Baeha. NIM 2113010014. BAB IV - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (655kB) |
|
|
Text (Full Text)
Fajriah Wahyu N Baeha. NIM 2113010014. Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya Putusan Pengadilan Agama Surabaya No. 2169/Pdt.G/2022/PA.Sby, yang memutuskan saudara perempuan kandung sebagai ashabah bil ghair bersama dengan saudara laki-laki dan perempuan seayah. Sedangkan dalam hukum kewarisan Islam dinyatakan bahwa, saudara perempuan kandung hanya dapat dijadikan ashabah bil ghair oleh saudara laki-laki kandung. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini pertama, untuk menganalisis apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan saudara perempuan kandung mewarisi sebagai ashabah bil ghair bersama saudara laki-laki dan perempuan seayah. Kedua, untuk menganalisis bagaimana tinjauan hukum kewarisan Islam terhadap kewarisan saudara perempuan kandung sebagai ashabah bil ghair bersama saudara laki-laki dan perempuan seayah dalam Putusan No. 2169/Pdt.G/2022/PA.Sby. Untuk menjawab permasalahan penelitian dilakukan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan sejarah (historical approach). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dikelompokkan dan dianalisis menggunakan metode analisis diskursus (discourse analysis). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yaitu pertama, pertimbangan hukum yang digunakan hakim Pengadilan Agama Surabaya ialah Pasal 182 Kompilasi Hukum Islam, yang penerapannya cenderung mengikuti pendapat Hazairin yang dimuat pada poin b angka (4) huruf huruf b angka (6) Buku II Mahkamah Agung. Yang pada dasaranya bertentangan dengan isi Pasal 182 KHI, yang membedakan saudara kandung dengan saudara seayah dalam memperoleh bagian 2:1, akibat adanya sistem keutamaan dan hijab yang dikemukakan oleh jumhur ulama. Kedua, saudara perempuan kandung sebagai ashabah bil ghair bersama saudara laki-laki dan perempuan seayah dalam putusan ini, bertentangan dengan ashabah bil ghair dalam kewarisan hukum Islam, yang mengkehendaki persamaan golongan, derajat, dan kekuatan kekerabatan antara ahli waris wanita dengan laki-laki yang mengashabahkannya, sebagaimana pandangan jumhur ulama. Adapun saudara perempuan kandung sebagai ashabah bil ghair bersama saudara laki-laki dan perempuan seayah dalam putusan ini cenderung mengikuti pendapat Hazairin, yang dikenal dengan sistem dzul qarabat, yang tidak membedakan jenis saudara sebagai ahli waris kalalah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kewarisan, Kalalah, Ashabah |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 19 Aug 2025 04:42 |
| Last Modified: | 20 Aug 2025 04:34 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26823 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
