Studi Kritis Hadis dalam Kitab Hidayat al-Thalibin Fi Bayan Hadis Sayyid al-Mursalin Karya Buya Mansur Datuk Nagari Basa

Afriadi, Afriadi (2025) Studi Kritis Hadis dalam Kitab Hidayat al-Thalibin Fi Bayan Hadis Sayyid al-Mursalin Karya Buya Mansur Datuk Nagari Basa. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar isi)
Cover - Daftar Isi .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB)
[img] Text (Bab I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (731kB)
[img] Text (Bab III)
BAB III.pdf

Download (627kB)
[img] Text (Bab V)
BAB V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (554kB)
[img] Text (Full Text)
Afriadi_2115060049_Full Tex Skripsi.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (19MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi Pergulatan pemikiran antara kaum tuo dan kaum mudo menandai fase penting transformasi pemikiran Islam di Sumatera Barat. Dalam konteks ini, Kitab Hidayat al-Thalibin fi Bayan Sayyid al-Mursalin karya Buya Mansur Datuk Nagari Basa muncul sebagai salah satu rujukan utama. Ketertarikan terhadap kitab ini didorong oleh ditemukannya ketidaktepatan redaksional, kemungkinan kekeliruan penyalinan, serta beberapa hadis yang tidak mencantumkan sanad lengkap sehingga menimbulkan keraguan mengenai validitasnya. Keterlibatan kitab ini dalam kurikulum pondok pesantren milik Buya Mansur menambah urgensi penelitiannya, sebab pemahaman keagamaan para santri sangat dipengaruhi oleh mutu hadis yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketepatan penulisan, pengutipan, serta kualitas sanad dan matan hadis dalam Kitab Hidayat al-Thalibin. Secara spesifik, penulis menyoroti sejauh mana hadis-hadis yang tertuang memenuhi kriteria ke-shahih-an menurut metodologi kritik, serta menilai relevansinya bagi pendidikan Islam di lingkungan tradisional. Selain itu, penelitian ini berupaya menguji keabsahan sejumlah hadis tanpa sanad jelas, dan menelaah kontribusi Buya Mansur dalam menyusun syarah yang selaras dengan maksud aslinya. Metode yang diterapkan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data primer diambil langsung dari Kitab Hidayat al-Thalibin, yang berisi total 98 hadis terdiri dari 82 hadis utama dan 16 hadis tambahan (syarah). Selanjutnya, takhrij dilakukan dengan merujuk pada kitab induk (kutub al-tis‘ah) dan kitab rijal al hadits, guna melacak kesesuaian redaksi serta kredibilitas perawi. Tahap kritik sanad melibatkan penilaian keadilan dan kesinambungan periwayat, sedangkan kritik matan diarahkan untuk menilai kesesuaiannya dengan Al-Qur’an, hadis-hadis shahih, serta logika dan fakta historis. Penelitian juga menggunakan analisis komparatif atas redaksi hadis dalam kitab ini dan redaksi asli di sumber primer. Hasilnya dipaparkan secara deskriptif untuk melihat perbedaan, kekurangan, atau kesesuaian antara kedua redaksi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari 98 diteliti dari segi ketepatan dalam penulisan, ada 6 hadis yang tidak sesuai dengan redaksi yang ada di dalam kitab sumber asli dan dari 82 hadis utama yang dianalisis, terdapat 4 hadis yang menjadi fokus perhatian, dengan 2 di antaranya dikategorikan lemah (dhaif). Adapun dari 16 hadis tambahan, 7 dianalisis secara intensif, dan 1 di antaranya dinilai berstatus hasan gharib. Terdapat 6 hadis yang bermasalah dari segi matan, Meskipun terdapat ketidaktepatan penulisan pada beberapa redaksi, substansi ajaran tidak serta-merta hilang berkat syarah yang cukup relevan dengan makna aslinya.. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya verifikasi mendalam, terutama dalam konteks pengajaran di pondok pesantren. Keabsahan sanad dan ketepatan matan menjadi faktor utama yang memengaruhi legitimasi suatu hadis. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan tinjauan lebih komprehensif terhadap kitab-kitab lain di Minangkabau agar perbandingan metode kritik hadis dapat semakin diperkaya. Hasil penelitian ini diharapkan turut memperkokoh landasan ilmiah bagi kurikulum pendidikan Islam di pesantren, meningkatkan kesadaran akan urgensi kritik sanad, serta membuka kesempatan studi lanjutan tentang dinamika penggunaan hadis di ranah lokal. Dengan demikian, Kitab Hidayat al-Thalibin tidak hanya dipandang sebagai warisan keilmuan tradisional, tetapi juga sumber yang perlu dibaca secara cermat dan kritis untuk menjamin kebenaran pesan keagamaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kritik Hadis, Hidayat al-Thalibin, Kualitas Sanad, Kualitas Matan, Buya Mansur.
Subjects: Agama Islam > Hadis dan Ilmu Berkaitan
Tajuk Subjek > Agama Islam > Hadits > Kritik Terhadap Hadits
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 16 May 2025 09:22
Last Modified: 16 May 2025 09:22
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/26483

Actions (login required)

View Item View Item