Talia, Vina (2025) Pelaksanaan Zikir Melalui Suluk Tarekat Naqsabandiyah di Desa Purba Baru Kabupaten Mandailing Natal. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Dll)
SKRIPSI VINA cover.pdf - Published Version Download (551kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (616kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (287kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (491kB) |
|
|
Text (Full Text)
VinaTalia2012020014.Skripsi full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Zikir adalah salah satu metode terapi yang diterapkan dalam bimbingan konseling islam, salah satu aspek penting dalam suluk tarekat naqsabandiyah yaitu zikir, tarekat Naqsabandiyah di Desa Purba Baru dikenal luas oleh masyarakat ditandai banyak pengunjung menjalani suluk. Namun ada jamaah yang mengikuti zikir melalui suluk menyatakan belum merasakan perubahan pada dirinya dan ada yang sudah mengalami perubahan, diantaranya merasa lebih tenang setelah melaksanakan suluk. Tujuan dari penelitian, untuk mengetahui persiapan, pelaksanaan dan perubahan yang dialami jamaah setelah melakukan zikir melalui suluk. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, subjek penelitian ini adalah satu orang mursyid, dan 14 orang jamaah sebagai cek and ricek untuk memperkuat data. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Persiapan zikir dimulai dari melakukan pendaftaran, bersedia mengikuti aturan suluk, melaksanakan mandi taubat menggunakan air perasan jeruk purut, shalat sunnah taubat, lalu duduk tawarruk secara melingkar bersama mursyid dan membaca istighfar, mursyid menjelaskan kepada peserta tentang bacaan-bacaan dan tingkatan zikir, jamaah memasuki kelambu (tempat berzikir). 2) Pelaksanaan zikir dimulai dari shalat berjamaah, khatam dan bertawajuh yang diimami oleh mursyid. Seterusnya jamaah melakukan zikir sendiri-sendiri mulai dari zikir ismu dzat yaitu membaca kalimat “Allah” dibagi menjadi 7 penempatan: lathifatul qalb, latifatul ruh, latifatul sirri, latifatul khafi, latifatul akhfa, latifatul napsun nataqah, latifatul kullil jazad. Nafi isbat dengan kalimat laa ilaha ilaallah yang dilakukan dengan cara wukuf, maiyah, muraqabat ahaniyah, sampai tahlil naqsabandi dengan kalimat laa ilaha illallah, sementara itu mursyid menunggu laporan dari jamaah yang sudah selesai dzikir persatu tingkat dan mengintuksikan untuk lanjut ketahap zikir berikutnya, dan 3) perubahan yang dialami jamaah mulai dari berkurangnya emosi dalam menghadapi masalah, ketenangan hati, lebih sabar, hal ini dirasakan oleh enam peserta. Dalam hal beribadah, dua peserta merasa lebih khusyuk serta lebih termotivasi melakukan kebaikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Zikir, Suluk Tarekat Naqsabandiyah |
| Subjects: | Agama Islam U Umum (General) |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 18 Mar 2025 06:47 |
| Last Modified: | 07 May 2025 06:09 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25854 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
