Sanksi Pembatalan Batunak Bagi Laki-Laki dan Perempuan dalam Masyarakat Simpang Parit

Risnawati, Melia (2025) Sanksi Pembatalan Batunak Bagi Laki-Laki dan Perempuan dalam Masyarakat Simpang Parit. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
cover-daftar isi.pdf - Published Version

Download (893kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (370kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (196kB)
[img] Text (BAB V-DAFTAR ISI)
BAB V- DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (441kB)
[img] Text (FULLTEXT)
fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Studi ini dimaksudkan untuk mengeksplorasikan lebih tentang sanksi pembatalan batunak bagi laki-laki dan perempuan dalam masyarakat Simpang Parit. Dalam penelitian ini akan berfokus kepada tiga pembahasan: Pertama, alasan penerapan sanksi pembatalan batunak bagi laki-laki dan perempua. Kedua, proses sanksi pembatalan batunak. Ketiga, nilai maslahat yang muncul dari penerapan sanksi batunak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan meliputi sumber data primer beupa wawancara dengan, ketua adat, mamak bapak, mamak pusako, pegawai sarak, calon pengantin dan masyarakat Simpang Parit. Sumber data sekunder berupa buku-buku, jurnal ilmiah, ataupun hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data berupa akses ke lokasi penelitian, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu ppersiapan dan pengorganisasian data, eksplorasi dan pengkodean data, pelaporan temuan, interspretasi temuan, dan penyajian data. Temuan dalam studi ini: Pertama, alasan penerapan sanksi pembatalan batunak bagi laki-laki dan perempuan pada masyarakat Simpang Parit ada dua alasan penerapan sanksi yaitu pernikahan yang diatur oleh orang tua dan orang tua yang membiayai pihak laki-laki menjadi abdi Negara. Kedua, terdapat perbedaan proses sanksi pembatalan batunak bagi laki-laki dan perempuan. Pihak laki-laki ketika membatalkan batunak hanya diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melibatkan ketua adat, pegawai sarak dan tidak dikenakan sanksi pada saat membatalkan batunak.Sedangkan pihak perempuan yang membatalkan batunak melibatkan tokoh adat seperti pegawai sarak, katua adat, mamak bapak dan mamak puasako sekaligus membayar sanksi dua kali lipat dari tando semayam emas (3,37 gram) yang telah diberikan oleh pihak laki-laki. Ketiga, nilai maslahat yang muncul dari penerapan sanksi batunak adanya manfaat yaitu manfaatnya untuk menjaga keharmonisan dan kehormatan diri, mudarat yaitu sanksi diberatkan pada pihak perempuan ketidakadilan serta efek jera dari sanksi batunak tersebut yaitu pasangan tidak mudah membatalkan batunak yang telah dibuatnya. Sanksi pembatalan batunak ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya pembatalan batunak dikemudian hari setelah melakukan batunak. Maslahah, sanksi ini menjaga perjanjian dalam batunak dan memastikan bahwa keputusan batunak diambil dengan penuh tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan prinsip Hifz al-‘Irdh (menjaga kehormatan), dimana adat berfungsi untuk menjaga keberlangsungan keluarga yang harmonisan dan menghindari perpecahan sosial akibat pembatalan batunak secara sembarangan.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Batunak, Maslahah, Sanksi.
Subjects: U Umum (General) > Hukum
U Umum (General)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 10 Mar 2025 01:30
Last Modified: 10 Mar 2025 01:30
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25578

Actions (login required)

View Item View Item