Akmal, Imannu (2025) Eksistensi Tarekat Naqsyabandiyah di Nagari Silayang Kec. Mapattunggul Kab. Pasaman. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover dan Daftar Isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (331kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (491kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (259kB) |
|
|
Text (Full Text)
Imannu Akmal_Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini berfokus pada masalah yaitu bagaimana Tarekat Naqsyabandiyah di Nagari Silayang Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman? Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi Tarekat Naqsyabandiyah di Nagari Silayang, untuk mengetahui perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah di Nagari Silayang, serta mengetahui pandangan masyarakat terhadap Tarekat Naqsyabandiyah di Nagari Silayang, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode analisis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, bertujuan untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai eksistensi Tarekat Naqsyabandiyah. Metode pengumpulan data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi mendalam dengan masyarakat setempat dan tokoh tarekat. Faktor yang mempengaruhi Tarekat Naqsyabandiyah di nagari silayang kec. mapattunggul selatan kab. Pasaman ada dua faktor internal dan eksternal. Faktor internal ialah terjadinya delegasi moral sebelum masuknya tarekat di nagari silayang dan faktor eksternalnya adalah adanya ulama dari riau yang bernama syekh Ibrahim al-khalidi membawa Tarekat Naqsyabandiyah ke Pasaman sehingga bisa berkembang dan diterima oleh masyarakat nagari silayang. Penelitian ini memakai perspektif serta pengalaman jamaah tarekat secara langsung. Selain itu, dilakukan juga observasi partisipatif untuk mengamati praktek - praktek keagamaan serta interaksi sosial dalam jamaah tarekat Naqsyabandiyah di nagari silayang. Selain itu, observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati praktik-praktik keagamaan dan interaksi sosial di dalam komunitas tarekat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, awal mula masuknya Tarekat Naqsyabandiyah di Nagari Silayang terjadi pada tahun 1960-an, yang dibawa oleh Imam Besar Tuanku Sutan Kumolo, dan dihidupkan kembali oleh Syekh Tuanku Mudo Sati Usman Bin Dayung pada tahun 2003. Kedua, perkembangan tarekat Naqsyabandiyah di nagari silayang saat ini berjalan dengan statis yaitu tidak mengalami kemajuan dan kemunduran yang signifikan. Ketiga, pandangan masyarakat terhadap Tarekat Naqsyabandiyah di Nagari Silayang pada umumnya mendapat tanggapan yang baik, karena tarekat ini bagi masyarakat di Nagari Silayang sudah menjadi bagian dalam kehidupan mereka.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tarekat Naqsyabandiyah, Nagari Silayang, dan Pandangan Masyarakat. |
| Subjects: | Agama Islam > Tasawuf |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 09 Mar 2025 05:51 |
| Last Modified: | 09 Mar 2025 05:51 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25397 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
