Fasakh Ketidakmampuan Suami Menafkahi Istri Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki

Rahayu, Rani (2025) Fasakh Ketidakmampuan Suami Menafkahi Istri Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar isi)
File Cover- Daftar Isi Rani 2113020016.pdf - Published Version

Download (414kB)
[img] Text (BAB I)
File BAB 1 Rani 2113020016.pdf - Published Version

Download (569kB)
[img] Text (BAB III)
File BAB III Rani 2113020016.pdf - Published Version

Download (636kB)
[img] Text (BAB V)
File BAB V Rani 2113020016.pdf - Published Version

Download (604kB)
[img] Text (FULL TEXT)
File Full text Rani 2113020016.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Maliki tentang Fasakh Ketidakmampuan Suami Menafkahi Istri. Mazhab Hanafi Perbendapat tidak boleh mengajukan fasakh dengan alasan karena suami tidak mampu untuk menafkahim, sedangkan Mazhab Maliki berpendapat boleh mengajukan Fasakh apabila suami tidak mamp u untuk menafkahi. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana perbedaan pendapat tentang fasakh ketidakmampuan suami menafkahi istri menurut Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki?. Adapun yang menjadi pertanyaan penelitian dalan skripsi ini adalah 1) Apa dalil yang digunakan Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki mengenai Fasakh ketidakmampuan suami menafkahi istri? 2) Apa faktor penyebab terjadi perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki mengenai Fasakh ketidakmampuan suami menafkahi istri? 3)Pendapat manakah yang paling relevan antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki mengenai Fasakh ketidakmampuan suami menafkahi istri?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yaitu penelitian dengan menelaah kitab-kitab dan buku-buku yang berkaitan dengan masing-masing Mazhab. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka penulis menyimpulkan yang menjadi faktor penyebabnya adalah Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki berbeda dalam menggunakan dalil untuk menguatkan argumennya dan berbeda dalam menggunakan metode ijtihad. Pendapat yang paling relevan adalah pendapat Mazhab Maliki karena menurut penulis melihat perkembangan zaman sekarang ini yang dimana kebutuhan bukan hanya terbatas pada sandang, pangan, papan saja, tetapi juga mencakup kebutuhan lain misalnya, kebutuhan pendidikan, kesehatan,serta teknologi, kemudian berdasarkan kaidah fiqih Tidak ada kemudharatan dan tidak boleh saling menimbulkan kemudharatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Fasakh, Ketidakmampuan, Nafkah, Mazhab Hanafi, Maliki
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Perceraian Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 08 Mar 2025 08:25
Last Modified: 08 Mar 2025 08:25
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25249

Actions (login required)

View Item View Item