Jual Beli Yang Dilakukann Anak Mumayyiz Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i

Sihombing, M.Yusuf (2025) Jual Beli Yang Dilakukann Anak Mumayyiz Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Sampul - Daftar Isi)
Sampul - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (915kB)
[img] Text (Bab I)
Bab I.pdf - Published Version

Download (775kB)
[img] Text (Bab III)
Bab III.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (Bab V - Daftar Pustaka)
Bab V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (597kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i tentang jual beli yang dilakukan oleh anak yang mumayyiz. Mazhab Hanafi berpendapat bahwa transaksi jual beli yang dilakukan oleh anak yang mumayyiz hukumnya sah apabila diizinkan oleh walinya, sedangkan Mazhab syafi’i berpendapat bahwa transaksi yang dilakukan anak yang mumayyiz hukumnya tidak sah. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah jual beli yang dilakukan anak yang mumayyiz. Adapun pertanyaan dalam penelitian ini (1) apa dalil yang digunakan dan penyebab perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i tentang jual beli yang dilakukan anak yang mumayyiz (2) Manakah pendapat yang paling rajih antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i tentang jual beli yang dilakukan anak yang mumayyiz ?. Jenis penelitian ini adalah dalam bentuk studi kepustakaan (Literature Study) dengan mengacu kepada kitab-kitab primer yang ditulis Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i serta buku-buku yang berkaitan dengan pembuatan skripsi ini diambil dari bahan-bahan tertulis dan juga diambil dari literatur lainnya yang sesuai. Hasil dari penelitian ini adalah 1) dalil yang digunakan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i sama yaitu Al-Qur’an Surat Al-Nisa’ ayat 6 dan hadis riwayat Ibnu Majah, serta penyebab perbedaan pendapat tentang jual beli yang dilakukan anak yang mumayyiz ini adalah tidak adanya lafaz yang sharih (jelas) atau qarinah yeng menjelaskan jual beli yang dilakukan anak yang mumayyiz, berbeda dalam memahami QS. Al-Nisa’ ayat 6 dan berbeda dalam menentukan syarat orang melakukan akad 2) pendapat yang paling rajih adalah pendapat Mazhab Syafi’i karena dilihat dari maslahah mursalahnya yaitu mencegah supaya tidak jatuh kedalam mudarat dan dilihat dari ahliyatu al-tasharruf bahwa anak yang mumayyiz bukanlah orang yang layak dalam melakukan transaksi jual beli ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Jual Beli, Mumayyiz, Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Perbandingan Mazhab
Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Mu'amalah
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 08 Mar 2025 14:16
Last Modified: 08 Mar 2025 14:17
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25156

Actions (login required)

View Item View Item