Ardi, Annisa Azkiya (2025) Ragam Hias Kain Songket Pucuak Rabuang Pada Museum Adityawarman. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER)
COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (826kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (598kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (822kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (441kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
Skripsi Annisa Azkiya Ardi Full.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Kain Songket Pucuak Rabuang merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang disimpan di Museum Adityawarman. Songket ini merupakan salah satu tertua dengan nama asalnya Titian Rajo, kemudian berganti nama menjadi Pucuak Rabuang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkapkan sejarah dari Kain Songket Pucuak Rabuang, mendeskripsikan bahan dan bentuk motif ragam hias, dan menganalisis makna motif dari kain songket tersebut. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah budaya. Langkah-langkah penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik sumber, sintesis, dan historiografi. Sumber primernya berupa sumber benda yaitu kain songket dan pelaku sejarah seperti pembuat songket dan pengguna songket serta penyimpan koleksi songket. Sumber sekunder buku-buku, artikel, hasil penelitian yang isinya membahas tentang kain songket terutama Kain Songket Pucuak Rabuang. Teknik untuk mendapatkan data dari sumber tersebut dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Sejarah keberadaan songket Pucuak Rabuang sama dengan sejarah songket lainnya, yaitu dianggap sudah ada semenjak Kerajaan Pagaruyung. Awalnya songket ini bernama Titian Rajo kemudian setelah diseminarkan di Museum Adityawarman berganti nama menjadi Pucuak Rabuang pada tahun 2023. Bahan yang digunakan dalam membuat songket Pucuak Rabuang terdiri dari alat tenun (palanta), benang dasar, dan benang makau (benang emas dan perak). Motif ragam hias pada songket tersebut adalah pucuak rabuang, bintang tatabua, dan dama kapadam. Masing-masing motif itu memiliki makna yang terkandung di dalamnya. Motif Pucuak Rabuang dimaknai sebagai bentuk kepemimpinan Minangkabau yang berdiri tegak. Motif Bintang Tatabua bermakna masyarakat Minangkabau berkembang dan tersebar dengan cara merantau. Motif Dama Kapadam bermakna masyarakat Minangkabau suka memperhatikan tanda-tanda dari alam dalam menjalani kehidupannya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Motif Pucuak Rabuang, Ragam Hias, Museum Adityawarman |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Sejarah, Geografi, Biografi |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 09 Mar 2025 05:49 |
| Last Modified: | 09 Mar 2025 05:49 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/25139 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
