Ipah, Ainil (2025) Dinamika Tradisi Perkawinan Dikenagarian Ujung Gading (2000-2023). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
COVER1.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I OK.pdf - Published Version Download (463kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III AINIL IPAH.pdf - Published Version Download (485kB) |
|
|
Text (BAB IV)
BAB IV AINIL IPAH.pdf - Published Version Download (394kB) |
|
|
Text (Full Text)
full teks pdf.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana perubahan tradisi perkawinan di Kenagarian Ujung Gading setelah diberlakukanya otonomi daerah? Serta apa implikasi dari diberlakukan Otonomi Ujung Gading terhadap tradisi perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan perubahan tradisi Perkawinan di Kenagarian Ujung Gading setelah diberlakukanya otonomi daerah serta menjelaskan bentuk-bentuk implikasi dari diberlakukan otonomi Ujung Gading terhadap tradisi perkawinan. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Sejarah dengan tahap-tahap metode penelitiannya adalah heuristik, kritik sumber, sintesis, dan penulisan. Hasil dari penelitian ini adalah tradisi perkawinan di Nagari Ujung Gading yang berubah berlakunya otonomi daerah yaitu kebanyakan masyarakat Ujung Gading lebih menggunakan Adat perkawinan Sumando dibandingkan dengan Adat perkawinan Manjujur. Selain prosesi adat, ada juga masyarakat yang menggunakan acara adat Mandailing namun dalam pemeriahannya menggunakan adat Minang, dan sebaliknya. Selain itu dalam prosesinya juga ada perubahanan yaitu contohnya ketika tradisi baarak dilakukan, yang seharusnya menggunakan pakaian adat namun sudah mulai berubah dan menggunakan gaun yang modern. Ada juga pula masyarakat yang bersuku Mandailing namun menggunakan adat pakaian lain seperti Minang, Jawa, dan sebagainya. Begitu juga sebaliknya. Selain itu untuk pelaminannya, biasanya masyarakat menggunakan pelaminan yang berciri khas suku mereka namun pada masa sekarang pelaminan yang digunakan sudah berubah seperti halnya pelaminan yang menggunakan sofa dan hiasan-hiasan bunga biasa. Perubahan Adat perkawinan yang terjadi di Nageri Ujung Gading, juga memiliki dampak positif dan negatifnya. Dampak positif dari perubahan ini yaitu terjadinya akulturasi antara etnis, kemudian kesenian adat semakin beragam, serta masyarakat Ujung Gading sudah mengikuti perkembangan zaman. Selain itu masyarakat juga tetap memegang teguh prinsip saling bergotong-royong dan musyawarah adalah menjalankan prosesi adat perkawinan yang ada di Nagari Ujung Gading. Kemudian dampak negatif dari adanya perubahan tradisi perkawinan ini ialah masyarakat di negara Ujung Gading oleh kehilangan identitas budaya, terjadinya perubahan ini bisa menimbulkan konflik antara masyarakat yang tua dan muda, masyarakat telah dipengaruhi oleh modernisasi sehingga mulai kehilangan nilai-nilai tradisional mereka, serta masyarakat di negeri Ujung Gading mulai kurang menghargai tradisi perkawinan yang sudah ada.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perkawinan, Otonomi Daerah, Tradisi |
| Subjects: | U Umum (General) |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FAH |
| Date Deposited: | 06 Mar 2025 07:13 |
| Last Modified: | 06 Mar 2025 07:13 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24901 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
