TUO KALAI SEBAGAI WALI NIKAH DI KECAMATAN KOTO BARU KOTA SUNGAI PENUH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Dinarti, Yetri (2025) TUO KALAI SEBAGAI WALI NIKAH DI KECAMATAN KOTO BARU KOTA SUNGAI PENUH DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. Masters thesis, UIN IMAM BONJOL PADANG.

[img] Text (cover dll)
YETRI DINARTI-2320040018-COVER - DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (228kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (131kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version

Download (41kB)
[img] Text (FUL TEXT)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Pernikahan dalam Islam harus memenuhi syarat dan rukun nikah, salah satunya adalah adanya wali nikah yang sah. Namun di Kecamatan Koto Baru Kota Sungai Penuh, terdapat praktik apabila tidak ada wali nasab maka walinya diambil alih oleh Tuo Kalai. Tuo Kalai merupakan orang yang dipilih oleh pemuka adat pada masa jabatan 5 tahun. Tuo Kalai biasa di panggil qadhi oleh masyarakat Kecamatan Koto Baru Kota Sungai Penuh yang dipilih secara bergantian oleh Depati, Ninik Mamak, dan Rio. Jika seandainya tidak ada pihak yang menjadi wali nikah mempelai wanita, maka Tuo Kalai lah yang menjadi wali nikahnya. Keberadan wali nikah sangat penting untuk menentukan sah tidaknya suatu perkawinan. Di Kecamatan Koto Baru Tuo kalai diibaratkan statusnya sama dengan penghulu. Dalam perkawinan penghulu sangatlah penting dalam proses akad nikah hal ini bersangkutan juga dengan Pencatatan Perkawinan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pemilihan Tuo Kalai untuk pernikahan, bagaimana status perkawinan yang dilaksanakan dengan wali Tuo Kalai, dan bagaimana pencatatan perkawinan Tuo Kalai sebagai wali pasca akad nikah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach), dimana dalam penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data primer melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tuo Kalai dipilih secara bergilir oleh pemuka adat seperti depati, ninik mamak dan rio. Pernikahan melalui Tuo Kalai yang menjadi walinya bathal karena tidak memenuhi rukun dan syarat wali menurut Fiqh munakahat dan Hukum Islam di Indonesia, oleh karena itu akad nikah harus di ulang. Sedangkan untuk pencatatan perkawinan melalui Tuo Kalai sebagai wali pasca akad nikah dapat dilakukan di KUA dengan terlebih dahulu melakukan akad nikah ulang dengan wali nikah berasal dari pihak KUA.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tuo Kalai, Wali Nikah, Hukum Islam
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 19 Mar 2025 04:59
Last Modified: 29 Apr 2025 07:57
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24848

Actions (login required)

View Item View Item