Orang yang lebih diprioritaskan menjadi imam shalat perspektif Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i

Sari, Tassya Devita (2025) Orang yang lebih diprioritaskan menjadi imam shalat perspektif Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover dll)
Tassya devita sari-2113020017-Cover sampai Daftar isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (bab 1)
Tassya devita sari-2113020017-Bab 1.pdf - Published Version

Download (364kB)
[img] Text (bab 3)
Tassya devita sari-2113020017-Bab 3.pdf - Published Version

Download (422kB)
[img] Text (Bab V-dapus)
Tassya devita sari-2113020017-Bab 5 dan Dafpus.pdf - Published Version

Download (329kB)
[img] Text (Fulltext)
Tassya devita sari-2113020017-Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat antara Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i tentang orang yang lebih diprioritaskan menjadi imam shalat jenazah. Rumusan Masalah dalam skripsi ini adalah bagaimana Pendapat antara Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i tentang orang yang lebih diprioritaskan menjadi imam shalat jenazah. Adapun pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah 1)Apa dalil dan metode istinbath hukum yang digunakan Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i dalam Menentukan orang yang lebih diprioritaskan menjadi imam shalat jenazah dan siapa yang lebih di dahulukan? 2)Sebab perbedaan pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i Tentang orang yang lebih diprioritaskan menjadi imam shalat jenazah? 3)Dalil mana yang relevan digunakan Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i untuk mnentukan imam shalat jenazah?. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah pustaka (library research), dimana penelitian ini dilakukan dengan menelusuri kepustakaan seperti literatur, serta buku buku yang ada hubungannya dengan pembahasan ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka penulis menyimpulkan bahwa dalil yang digunakan oleh Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i berbeda. Dalil yang digunakan Imam Abu Hanifah yaitu berhujjah dengan hadis riwayat Imam Muslim dan hadis riwayat Thabrani sementara Imam Syafi’i berhujjah dengan keumuman ayat yang terdapat dalam quran surat al-anfal ayat 75 dan qiyas terhadap memandikan jenazah. Perbedaan dalam memahami dalil. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa dalam hadis riwayat Imam Muslim yang mengatakan bahwa shalat jenazah itu adalah termasuk ke dalam permasalahan umum (seperti shalat fardhu dan lainnya) maka yang menjadi imam adalah Sulthan. Sedangkan menurut Imam Syafi’i memahami hadis tersebut tidak bisa dijadikan hujjah karena shalat jenazah sama halnya dengan permasalahan khusus. Oleh karena itu, wali dari keluarga yang lebih berhak menjadi imam pada shalat jenazah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Prioritas, Imam, shalat jenazah, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Ibadah
Divisions: Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 05 Mar 2025 07:44
Last Modified: 05 Mar 2025 07:44
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24564

Actions (login required)

View Item View Item