Muhadi, Irfan (2025) Hukuman Had Bagi Peminum Khamar Pespektif Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi'i. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Irfan Muhadi. NIM 2113020001. Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
Irfan Muhadi. NIM 2113020001. BAB I.pdf - Published Version Download (890kB) |
|
|
Text (BAB III)
Irfan Muhadi. NIM 2113020001. BAB III.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
Irfan Muhadi. NIM 2113020001. BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (693kB) |
|
|
Text (Full Text)
Irfan Muhadi. NIM 2113020001. Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Mazhab Maliki dengan Mazhab Syafi’i mengenai hukuman ḥad bagi peminum khamar. Menurut Mazhab Maliki, hukuman ḥad bagi peminum khamar adalah sebanyak 80 kali cambukan, sementara menurut Mazhab Syafi’i hukuman ḥad bagi peminum khamar adalah sebanyak 40 kali cambukan. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah “Bagaimana hukuman ḥad bagi peminum khamar berdasarkan perspektif Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i?”. Adapun pertanyaan penelitian dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana dalil dan metode istinbāṭ yang digunakan oleh Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i mengenai hukuman ḥad bagi peminum khamar? 2. Apa penyebab perbedaan pendapat antara Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i mengenai hukuman ḥad bagi peminum khamar? 3. Pendapat manakah yang paling terkuat antara Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i mengenai hukuman ḥad bagi peminum khamar?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah metode komparatif dan metode tarjīḥ. Hasil dari penelitian ini adalah: 1. Dalil yang digunakan oleh Mazhab Maliki berlandaskan kepada ijmā‘ sahabat, qiyās Ali bin Abi Thalib, dan al-Maṣlaḥah Mursalah. Metode istinbāṭ yang digunakan oleh Mazhab Maliki adalah metode ta‘līlī, karena menggunakan metode penalaran dan metode istiṣlāḥī, karena menggunakan metode kemaslahatan. Sementara dalil yang digunakan oleh Mazhab Syafi’i berlandaskan kepada hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dan hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Metode istinbāṭ yang digunakan oleh Mazhab Syafi’i adalah metode bayānī, karena menggunakan metode kebahasaan. 2. Penyebab perbedaan pendapat antara mazhab Maliki dan mazhab Syafi’i dalam menentukan ḥad bagi peminum khamar disebabkan karena tidak adanya ayat al-Qur’ān yang mengatur hukuman ḥad bagi peminum khamar, perbedaan dalil dan metode istinbāṭ yang digunakan dan perbedaan di dalam memahami tambahan 40 kali cambukan yang dilakukan oleh Umar bin Khattab 3. Pendapat terkuat adalah pendapat Mazhab Syafi’i. Karena kedudukan dalil yang digunakan oleh Mazhab Syafi’i lebih tinggi. Mazhab Syafi’i dalam menetapkan hukuman ḥad bagi peminum khamar berlandaskan hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dan hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, sementara Mazhab Maliki hanya berlandaskan kepada ijmā‘ sahabat dan qiyās Ali bin Abi Thalib. Berdasarkan teori Ibnu Arabi dalam metode tartīb al-Adillah, dalil yang digunakan oleh Mazhab Syafi’i harus didahulukan, karena kedudukan sunnah lebih tinggi daripada ijmā‘ sahabat dan qiyās yang digunakan oleh Mazhab Maliki. Selain itu, qiyās dan ijmā‘ yang digunakan Mazhab Maliki juga tidak memenuhi syarat terjadinya qiyās dan ijmā‘.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Had Khamar, Peminum Khamar, Mazhab Maliki, Mazhab Syafii |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Pidana Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Perbandingan Mazhab |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 02 Mar 2025 09:08 |
| Last Modified: | 02 Mar 2025 09:08 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24454 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
