Muhsinin, Ajral (2025) Pertimbangan Hakim dalam Penolakan Permohonan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Sijunjung Perspektif Maqashid Syari'ah (Analisis Penetapan Nomor 201/Pdt.P/2023/PA.Sjj Pengadilan Agama Sijunjung). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (COVER-DAFTAR ISI)
COVER - DAFTAR ISI.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB 1 - 2.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 3)
BAB 3-4.pdf - Published Version Download (839kB) |
|
|
Text (BAB 5-DAPUS)
BAB 5 - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (476kB) |
|
|
Text (Skripsi FULL TEXT)
Skripsi Ajral Muhsinin.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya penolakan hakim di Pengadilan Agama Sijunjung terhadap permohonan dispensasi kawin pemohon padahal hubungan antara anak pemohon dengan calon suaminya sudah sangat dekat dan kedua anak pemohon sudah pernah melakukan hubungan suami istri tanpa ikatan yang sah lebih kurang 2 kali. Penelitian ini menggunakan tinjauan maqashid syari’ah untuk menganalisis pertimbangan hakim apakah sesuai dengan maqashid syari’ah atau tidak. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk : 1) Mengetahui bagaimana duduk perkara dalam penetapan Nomor 201/Pdt.P/2023/PA.Sjj 2) Mengetahui apa dasar pertimbangan hakim Pengadilan Agama Sijunjung dalam penolakan permohonan dispensasi kawin perkara Nomor 201/Pdt.P/2023/PA.Sjj 3) Menganalisis tinjauan maqashid syari’ah terhadap penetapan Nomor 201/Pdt.P/2023/PA.Sjj. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normative, dengan sumber data sekunder berupa bahan-bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisa data bersifat deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) penetapan Nomor 201/Pdt.P/2023/PA.Sjj ini adalah penetapan pengajuan permohonan dispensasi kawin antara G dan A, yang mengajukan permohonan karena kedua anak pemohon sudah sangat dekat dan sudah pernah melakukan hubungan suami istri lebih kurang 2 kali kemudian calon suami anak pemohon sudah memiliki penghasilan tetap dengan bekerja sebagai petani. Saat persidangan hakim sudah memberikan arahan dan nasihat sebelum akhirnya menolak permohonan dispensasi kawin tersebut. 2) Dasar pertimbangan yang digunakan hakim yaitu mengacu pada Undang-undang dan dalil-dalil atau kaidah dengan mempertimbangkan kemudharatan yang akan terjadi jika dilangsungkan perkawinan karena kedua calon mempelai belum matang dari segi fisik, psikis dan iman serta belum mapan dari segi ekonomi. 3) Pertimbangan hakim dalam penetapan dispensasi kawin ini sudah sesuai dengan perspektif maqashid syari’ah yaitu untuk menjaga agama (hifz al-din), menjaga jiwa (hifz al-nafs), menjaga keturunan (hifz al-nasl), menjaga akal (hifz al-akl) dan menjaga harta (hifz al-mal).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pertimbangan Hakim, Dispensasi Kawin, Maqashid Syari'ah |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 28 Feb 2025 04:44 |
| Last Modified: | 28 Feb 2025 04:44 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24396 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
