Pakaian Perempuan Bayua Kabupaten Agam Tahun 1971-2000 (Pendekatan Memori Kolektif )

Oktavianda, Yesni (2025) Pakaian Perempuan Bayua Kabupaten Agam Tahun 1971-2000 (Pendekatan Memori Kolektif ). Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover dll)
Kover Yesni Oktavianda 2111020015.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I Yesni Oktavianda 2111020015.pdf - Published Version

Download (614kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III Yesni Oktavianda 2111020015.pdf - Published Version

Download (888kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV Yesni Oktavianda 2111020015.pdf - Published Version

Download (327kB)
[img] Text (Full Text)
Lengkap. Yesni Oktavianda 2111020015.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Skripsi ini membahas tentang perubahan pada pakaian perempuan Bayua tahun 1970-2000 berdasarkan memori kolektif masyarakat Bayua. Tujuannya untuk menjelaskan tentang pakaian tradisional perempuan Minangkabau dari tahun 1971-2000 dalam pengalaman dan ingatan kolektif masyarakat Nagari Bayua. Penelitian menggunakan metode penelitian sejarah dengan empat langkah yang harus dilakukan oleh peneliti yaitu heuristik, kritik sumber, sintesis dan penulisan. Hasil dari penelitian ini; Pertama, pakaian merupakan media komunikasi yang dapat menunjukkan identitas dan jati diri seseorang. Pakaian perempuan Bayua yaitu pakaian yang sopan sesuai dengan syariat dan adat. Pada tahun 1971-2000 baju perempuan bayua berdasarkan memori kolektif masyarakat terbagi menjadi empat jenis yaitu baju kuruang basiba, suntiang taikondai, baju bapolat dan baju kebaya. Kedua, dalam upaya menjaga dan memelihara kebudayaan harus dilakukan pemindahan nilai dan pengetahuan kepada generasi berikutnya seperti melalui pengetahuan, kebudayaan, keluarga dan teknologi. Pada tahun 1971-2000 pakaian perempuan Bayua mengalami banyak perubahan dalam mode dan penggunaannya, namun keberadaan baju kuruang basiba sebagai pakaian khas perempuan Minang masih terjaga hingga saat ini. Ketiga, pakaian perempuan Bayua dapat menunjukan identitas atau jati diri, status dan peranan yang dimiliki baik itu dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Keberadaan pakaian sebagai bentuk identitas juga dapat menunjukkan kebudayaan yang ada dalam masyarakat di suatu daerah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ingatan masyarakat tentang pakaian perempuan sebagai penanda identitas, status dan peranan perempuan. Pakaian khas perempuan Bayua adalah baju kuruang basiba, namun juga terdapat pakaian lain yang digunakan oleh perempuan Bayua yaitu suntiang taikondai, baju bapolat, dan baju kebaya. Penggunaan pakaian perempuan di Nagari Bayua sempat mengalami perubahan, namun seiring dengan berjalannya waktu sudah sesuai dengan tuntunan syariat dan adat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Identitas Kultural, Memori Kolektif, Minangkabau, Pakaian, Perempuan Bayua
Subjects: U Umum (General) > Sejarah
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora
Depositing User: Ruang Baca FAH
Date Deposited: 28 Feb 2025 04:55
Last Modified: 28 Feb 2025 04:55
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24378

Actions (login required)

View Item View Item