Akbar, Rizky (2025) Tradisi Mandi Balacuik dan Bajuluang dalam Prosesi Perkawinan Adat Nagari Padang Bintungan Ditinjau dari 'Urf. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Rizky Akbar NIM 2113010088. Cover-Daftar isi.pdf - Published Version Download (989kB) |
|
|
Text (BAB I)
Rizky Akbar NIM 2113010088. BAB I.pdf - Published Version Download (930kB) |
|
|
Text (BAB III)
Rizky Akbar NIM 2113010088. BAB III.pdf - Published Version Download (646kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
Rizky Akbar NIM 2113010088. BAB V - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (609kB) |
|
|
Text (FullText)
Rizky Akbar NIM 2113010088. Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji pelaksanaan dan makna yang ditinjau dari ‘urf pada tradisi mandi balacuik dan bajuluang yang terdapat di Nagari Padang Bintungan Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Terdapat tiga tujuan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana pelaksanaan tradisi bajuluang dan mandi balacuik? Bagaimana makna setiap tahapan tradisi bajuluang dan mandi balacuik di Nagari? Bagaimana tinjauan ‘Urf tentang tradisi bajuluang dan mandi balacuik di Nagari Padang Bintungan Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman? Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data primer berupa hasil wawancara bersama tokoh-tokoh masyarakat di Nagari Padang Bintungan yaitu kapalo mudo Korong, urang salapan Korong, wali Korong, pengurus KAN, anak minantu dan mempelai yang sudah pernah melaksanakan dan observasi ketempat acara perkawinan yang ada di padang bintungan. Data sekundernya yaitu buku, artikel ilmiah dan jenis referensi lainya yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan teknik analisis model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan yaitu pertama, pelaksanaan bujuluang dan mandi balacuik di peruntukan bagi calon mempelai baik laki-laki dan perempuan yang masih gadis dan bujang tulen yang tinggal di Nagari Padang Bintungan. Tahapan pelaksanaannya dimulai dari barundiang, mandi balacuik dan bajuluang bagi calon mempelai, dan maiyeh calon mempelai. Kedua, makna dari tridisi bajuluang dan mandi balacuik yaitunya berupa pesan atau nasehat dari keluarga ataupun masyarakat kepada calon mempelai tentang bagaimana kondisi kehidapan keluarga kedepannya. Ketiga, ditinjau dari ‘urf, dilihat dari segi makna filosofinya tradisi bajuluang dan mandi balacuik termasuk ‘urf shahih karena adanya nasehat dari keluarga kepada calon mempelai. Akan tetapi, dilihat dari segi pelaksanaannya belum bisa dikatakan urf shahih sebab ada beberapa tahapan pelaksanaanya tidak sesuai dengan ketentuan syarat seperti memakai kemenyan dan yang memandi bukan dari mahram calon mempelai tersebut.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bajuluang, Mandi Balacuik, Perkawinan, 'Urf |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Hukum Keluarga, Hukum Perkawinan, Hukum Pernikahan Menurut Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 28 Feb 2025 04:46 |
| Last Modified: | 28 Feb 2025 04:46 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24374 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
