Amanda, Natasya (2025) Larangan Pernikahan Wanita Suku Melayu Rumah Gadang Ditinjau Dari Hukum Islam (Studi Kasus di Nagari Aie Angek Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover dll)
Natasya Amanda 2113010123 cover-daftar isi.pdf - Published Version Download (464kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (348kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (292kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V-Daftar kepustakaan-25-29.pdf - Published Version Download (222kB) |
|
|
Text (fulltext)
Natasya Amanda 2113010123 skripsi full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (979kB) |
Abstract
Skripsi ini dilatarbelakangi karena adanya suatu tradisi tentang larangan wanita suku Melayu Rumah Gadang menikah dengan orang luar kampung di Nagari Aie Angek yang mana aturan ini tidak dilarang dalam hukum Islam. Rumusan masalah skripsi ini adalah bagaimana larangan menikah perempuan suku Melayu Rumah Gadang dengan orang luar kampung ditinjau dari hukum Islam di Kenagarian Aie Angek Kecamatan Sijunjung Kabupaten Sijunjung. Adapun pertanyaan penelitian skripsi ini pertama, Apa yang melatarbelakangi dilarangnya pernikahan suku Melayu Rumah Gadang dengan orang luar kampung. Kedua, bagaimana mekanisme pemberlakuan sanksi terhadap pasangan yang melanggar aturan pelarangan pernikahan suku Melayu Rumah Gadang. Ketiga, bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap larangan pernikahan suku Melayu Rumah Gadang tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data skripsi ini dengan cara melakukan wawancara kepada ketua KAN, tokoh adat, pasangan yang melanggar aturan larangan menikah dengan orang luar kampung, dan dokumentasi dari Nagari Aie Angek. Kesimpulan skripsi ini adalah pertama, larangan Perempuan suku Melayu Rumah Gadang menikah dengan orang luar kampung ini dilatarbelakangi karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh nenek moyang suku Melayu Rumah Gadang terhadap aturan agama dan aturan adat yaitu berpoliandri, adanya perjanjian antara orang-orang suku Melayu Rumah Gadang dengan pemuka adat, adanya sumpah untuk tidak menikahi orang dagang atau orang yang berasal dari luar kampung. Kedua, Mekanisme pemberlakuan sanksi bagi yang melanggar terkait aturan tersebut dilakukan beberapa tahap yaitu, mamak dari pengantin perempuan menemui para ninik mamak nan gadang (pemuka adat yang lebih tinggi), kemudian penetapan hari sidang bagi pasangan yang melanggar, dan tahap terakhir menyidang kedua belah pihak yang melanggar aturan tersebut. Ketiga, Setelah menganalisis aturan larangan pernikahan suku Melayu Rumah Gadang menikah dengan orang luar kampung maka penulis simpulkan, aturan tersebut tidak memenuhi kriteria ‘urf shahih dan tergolong kepada ‘urf fasid.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Larangan Pernikahan, Suku Melayu Rumah Gadang, 'Urf |
| Subjects: | Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Perkawinan, Pernikahan |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 28 Feb 2025 07:53 |
| Last Modified: | 28 Feb 2025 07:53 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/24334 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
