Pramesta, Bayu (2026) Analisis Konsistensi Al-Hakim An-Naisaburi Tentang Kehujjahan Hadis Mursal dalam Ma’rifah ‘Ulum Al-Ḥadiṡ dan Pengaplikasiannya dalam Al-Mustadrak Ála Aṣ-Ṣaḥiḥain. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (HALAMAN AWAL)
HALAMAN AWAL.pdf - Published Version Download (895kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (578kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (481kB) |
|
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf - Published Version Download (474kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari persoalan metodologis mengenai kehujjahan hadis mursal dalam pemikiran al-Hakim an-Naisaburi serta penerapannya dalam al-Mustadrak ‘ala aṣ-Ṣaḥiḥain. Permasalahan penelitian berfokus pada sejauh mana teori yang dikemukakan al-Hakim dalam Ma’rifah ‘Ulum al-Ḥadiṡ diterapkan secara konsisten ketika ia menilai riwayat-riwayat mursal dalam al-Mustadrak, serta bagaimana konsistensi atau inkonsistensi tersebut berpengaruh terhadap derajat hadis. Penelitian ini bertujuan menjabarkan teori hadis mursal dan kehujjahannya menurut al-Hakim, menganalisis penerapannya dalam al-Mustadrak, dan mengidentifikasi pengaruh penerapan tersebut terhadap kualitas hadis. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis deskriptif dan kritis. Sumber primer penelitian adalah Ma’rifah ‘Ulum al-Ḥadiṡ dan al-Mustadrak ‘ala aṣ-Ṣaḥiḥain, sedangkan sumber sekunder berupa karya dan penelitian yang relevan tentang al-Hakim, hadis mursal, dan kritik hadis. Analisis dilakukan dengan membandingkan konsep teoritis al-Hakim dengan praktik penilaiannya terhadap 42 sampel hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori al-Hakim tidak menerima atau menolak hadis mursal secara mutlak. Pada aspek definisi dan klasifikasi, al-Hakim dinilai konsisten; dari 42 sampel ditemukan 6 hadis mursal, 6 bukan mursal, 24 mauquf, dan 6 maqtu’. Namun, pada penerapan syarat kehujjahan terdapat indikasi inkonsistensi karena sebagian hadis mursal memiliki jalur pendukung, sedangkan sebagian lainnya tidak. Mursal Sa’id ibn al-Musayyib memperoleh posisi lebih kuat karena adanya riwayat lain yang tersambung dengan sanad sahih. Dengan demikian, konsistensi metodologis al-Hakim bersifat kontekstual dan tidak dapat dipahami sebagai aturan mekanis. Status mursal bukan satu-satunya dasar penetapan derajat hadis; penilaian harus mempertimbangkan sanad, perawi, matan, thuruq, serta penilaian ulama hadis lainnya. Temuan ini memperlihatkan pentingnya pembacaan riwayat secara menyeluruh dan kontekstual dalam penelitian kualitas hadis.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hadis mursal; kehujjahan; Ma’rifah ‘Ulum al-Ḥadiṡ; al-Mustadrak |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Hadits |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Pusat Riset Pascasarjana |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 06:43 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 06:43 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/16929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
