Putri, Ora Madona (2026) INTERAKSI SIMBOLIK DALAM TRADISI MAMANGGIA DI DESA KAYU JAO. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
ORA MADONA PUTRI 2212010007cover- daftar isi.pdf - Published Version Download (592kB) |
|
|
Text (BAB I)
Skripsi Ora Madona Putri BAB I.pdf - Published Version Download (309kB) |
|
|
Text (BAB III)
Skripsi Ora Madona Putri BAB III.pdf - Published Version Download (315kB) |
|
|
Text (BAB V-DAFTAR PUSTAKA)
Skripsi Ora Madona Putri BAB V-dapus.pdf - Published Version Download (320kB) |
|
|
Text (FULL TEKS)
Skripsi Ora Madona Putri FULL TEKS WATERMARAK.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi Mamanggia sebagai salah satu bentuk komunikasi adat masyarakat Minangkabau yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyampaikan undangan, tetapi juga sebagai media interaksi sosial dan penyampaian pesan melalui simbol-simbol budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial masyarakat dalam pelaksanaan tradisi Mamanggia, mengetahui simbol-simbol yang digunakan, serta mengetahui makna atau interpretasi masyarakat terhadap simbol dalam tradisi Mamanggia di Desa Kayu Jao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan perspektif teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead dan Herbert Blumer untuk memahami proses interaksi sosial, penggunaan simbol, serta pembentukan dan pemaknaan simbol dalam tradisi Mamanggia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mamanggia merupakan bentuk interaksi sosial yang melibatkan keluarga yang memiliki acara, pelaku Mamanggia, dan masyarakat yang menerima panggilan. Interaksi tersebut memperkuat silaturahmi, kebersamaan, gotong royong, dan hubungan sosial masyarakat. Simbol yang digunakan terdiri dari simbol verbal dan nonverbal, yaitu bahasa Minangkabau, salam, sirih, pinang, sadah, gambir, dan rokok. Makna simbol terbentuk melalui interaksi sosial, pengalaman bersama, pewarisan pengetahuan adat, serta proses interpretasi masyarakat. Makna simbol dalam tradisi Mamanggia masih dipertahankan, meskipun sebagian generasi muda belum sepenuhnya memahami makna dan aturan adat yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, tradisi Mamanggia tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian undangan, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi simbolik yang berperan dalam mempertahankan nilai sosial, kebersamaan, silaturahmi, dan budaya masyarakat Desa Kayu Jao.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Interaksi Simbolik, Tradisi Mamanggia, Simbol, Makna, Interaksi Sosial. |
| Subjects: | Agama Islam Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam Agama Islam > Sosial dan Budaya Islam > Adat Istiadat dalam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 03 Oct 2026 06:38 |
| Last Modified: | 03 Oct 2026 06:38 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37129 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
