Al-Qur’an di Antara Tradisi dan Selebrasi Badikia Rabano di Kamang Magek

Musyadi, Ikhwan (2026) Al-Qur’an di Antara Tradisi dan Selebrasi Badikia Rabano di Kamang Magek. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (708kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (560kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (629kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi Badikia Rabano di Dusun Kapecong, Kenagarian Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan budaya lokal masyarakat Minangkabau. Dalam pelaksanaannya, Al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai teks suci, tetapi juga hadir dan dihidupkan melalui berbagai rangkaian tradisi dan selebrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi ayat-ayat AlQur’an dalam tradisi Badikia Rabano, mengetahui implementasi Al-Qur’an dalam tradisi dan selebrasi Badikia Rabano, serta mengetahui respons masyarakat terhadap praktik Badikia Rabano yang menghadirkan Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis, normatif, deskriptif, dan empiris. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh agama, tokoh adat, pelaku Badikia Rabano, dan masyarakat, serta dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan perspektif resepsi Al-Qur’an, khususnya resepsi fungsional, untuk melihat bagaimana Al-Qur’an diterima, dimaknai, dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dalam tradisi Badikia Rabano tidak hanya berfungsi sebagai bacaan, tetapi juga memiliki fungsi keagamaan dan sosial. Pembacaan AlQur’an menjadi bagian penting dalam membangun suasana religius, memperkuat kebersamaan, serta mengingatkan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman. Implementasi Al-Qur’an terlihat dalam rangkaian pasambahan, pembacaan AlQur’an secara bersama-sama, tahlil, doa, pembacaan shalawat, badiri, hingga makan bajamba. Rangkaian tersebut memperlihatkan adanya perpaduan antara nilai keagamaan, adat, dan budaya masyarakat. Sementara itu, respons masyarakat terhadap Badikia Rabano yang menghadirkan Al-Qur’an pada umumnya positif. Masyarakat memandang tradisi tersebut sebagai bentuk pelestarian warisan budaya sekaligus praktik keagamaan yang memperkuat nilai religius, silaturahmi, kebersamaan, dan keberlangsungan tradisi secara turun-temurun. Dengan demikian, Badikia Rabano merupakan salah satu bentuk living Qur’an yang memperlihatkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga hadir dalam praktik sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Kamang Magek.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Al-Qur’an, Living Qur’an, Resepsi Fungsional, Badikia Rabano, Tradisi, Selebrasi.
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 02 Oct 2026 19:08
Last Modified: 02 Oct 2026 19:08
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/37013

Actions (login required)

View Item View Item