Septyadi, Ridho (2026) Perilaku fasik dalam al-Qur’an analisis tematik perspektif Wahbah Zuhaili. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (523kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (386kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (628kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku fasik yang terus berulang sepanjang sejarah manusia, mulai dari masa Rasulullah Saw. hingga era kontemporer, seperti penyebaran berita bohong, pemutusan tali silaturahmi, dan pengabaian terhadap hukum-hukum Allah Swt. Terma fasik disebutkan sebanyak 54 kali dalam 23 surah Al-Qur’an dengan berbagai bentuk redaksi, namun pemaknaannya belum banyak dikaji secara tematik dan menyeluruh, khususnya dari perspektif Wahbah Zuhaili dalam Tafsir al-Munir. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perilaku fasik dalam Al-Qur’an, menganalisis pendekatan tafsir tematik dalam menafsirkan ayat-ayat fasik, serta mengungkap penafsiran Wahbah Zuhaili tentang perilaku fasik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data primer adalah Al-Qur’an dan Tafsir al-Munir karya Wahbah Zuhaili, sedangkan sumber data sekunder berupa kitab tafsir klasik dan kontemporer, jurnal, serta literatur pendukung lainnya. Data dihimpun melalui penelusuran ayat-ayat bertema fasik, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku fasik dalam Al-Qur’an mencakup tiga dimensi, yaitu dimensi akidah (mengingkari perjanjian dan wahyu Allah), dimensi ibadah (tidak berhukum dengan ketentuan Allah), dan dimensi akhlak (menyebarkan berita bohong, memutus silaturahmi, serta berbuat kerusakan di bumi). Pendekatan tafsir tematik terbukti efektif dalam menghimpun dan mengorelasikan ayat-ayat fasik melalui kajian munasabah dan asbabun nuzul. Adapun Wahbah Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menafsirkan fasik sebagai bentuk keluarnya seseorang dari ketaatan kepada Allah, baik berupa kekufuran besar maupun kemaksiatan yang lebih ringan, dengan ciri khas melanggar perjanjian, memutus silaturahmi, berbuat kerusakan di bumi, serta tidak memfungsikan akal dan hati untuk membimbing diri kepada ketaatan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fasik, Tafsir Tematik, Wahbah Zuhaili, Tafsir al-Munir, Al-Qur’an |
| Subjects: | Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 02:14 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 02:14 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35940 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
