Kurniandi, Melta Adelia Putri (2026) Konstruksi sosial aliran Mu'tazilah dalam perspektif Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Abstrak)
cover.pdf - Published Version Download (628kB) |
|
|
Text (BAB 1)
BAB I.pdf - Published Version Download (433kB) |
|
|
Text (Metodologi Penelitian)
BAB III.pdf - Published Version Download (338kB) |
|
|
Text (Bab V & Dapus)
5 dan Dapus.pdf - Published Version Download (465kB) |
|
|
Text (Skripsi Complete)
Skripsi Done.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan kajian Mu’tazilah yang selama ini bersifat normatif dan historis, sehingga mengaibaikan dimensi sosiologis dari proses lahir dan berkembangnya aliran tersebut. Padahal aliran Mu’tazilah tidak muncul dari ruang hampa, melainkan terbentuk melalui interaksi yang kompleks antara gagasan keimanan, perkembangan sosial-politik, serta dinamika intelektual pada masa klasik Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konteks sosial lahirnya aliran Mu’tazilah, mendeskripsikan proses eksternalisasi oleh Washil bin Atha’ serta objektivasi dan internalisasi yang terjadi sesudahnya, dan menjelaskan pembentukan, pelembagaan, serta penyebaran aliran Mu’tazilah berdasarkan perspektif konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif yang menggunakan studi kualitatif yang menggunakan metodologi bibliografis (library research) serta pendekatan deskriptif-analitis. Data penelitian ini memanfaatkan sumber-sumber primer seperti Sharh al-Ushul al-Khamsah karya al-Qadhi Abdul Jabbar, Tafsir sosial atas Kenyataan karya Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel akademik dan jurnal ilmiah yang relevan dengan fokus penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa: Pertama, Mu’tazilah lahir dari ketegangan sosial-politik pasca peristiwa tahkim dan berkembang dalam iklim intelektual Basrah yang dipengaruhi filsafat Yunani. Kedua, eksternalisasi bermula dari pencetusan konsep al-manzilah baina al-manzilatain oleh Washil bin Atha' sebagai respons terhadap perdebatan mengenai kedudukan pelaku dosa besar, yang kemudian dikembangkan secara sistematis melalui al-Ushul al-Khamsah oleh generasi penerusnya. Objektivasi terjadi melalui sistematisasi doktrin dan pelembagaan dalam Mazhab Basrah dan Mazhab Baghdad, yang mencapai puncaknya melalui legitimasi politik berupa kebijakan Mihnah pada masa Khalifah al-Ma'mun. Internalisasi berlangsung melalui sosialisasi primer dalam halaqah dan sosialisasi sekunder melalui karya tulis serta jalur politik, namun juga melahirkan resistensi dari kalangan Ahlus Sunnah. Ketiga, keberlangsungan konstruksi sosial Mu'tazilah terbukti sangat bergantung pada legitimasi sosial dan politik yang menopangnya, sebagaimana tampak dari memudarnya pengaruh Mu'tazilah setelah pencabutan dukungan negara di era Khalifah al-Mutawakkil.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mu'tazilah, Konstruksi Sosial, Peter L. Berger, Thomas Luckmann, Eksternalisasi, Objektivasi, Intenalisasi, Ilmu Kalam |
| Subjects: | Agama Islam > Aliran dan Sekte dalam Islam Agama Islam > Aliran dan Sekte dalam Islam > Mu'tazilah |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 02:45 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 02:45 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35809 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
