Yildis, Anggun Assyfa (2026) Tinjauan Maqasid Syari’ah Terhadap Pemahaman Generasi Z tentang Menikah Usia Muda Setelah Terpapar Konten Media Sosial: Studi Akun TikTok Gus @zzynaell dan Gus @hudzaa. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (744kB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1.pdf - Published Version Download (434kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3.pdf - Published Version Download (341kB) |
|
|
Text (BAB V - Daftar Pustaka)
BAB 5 - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (285kB) |
|
|
Text (Full Text)
fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya konten media sosial yang menampilkan kehidupan pernikahan, khususnya pada akun TikTok Gus @zzynaell dan Gus @hudzaa, yang berpotensi menjadi salah satu sumber pembentukan pemahaman Generasi Z mengenai menikah usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola paparan konten media sosial kedua akun tersebut, menganalisis pemahaman menikah usia muda yang terbentuk di kalangan Generasi Z setelah terpapar konten tersebut, serta meninjau pemahaman tersebut dalam perspektif Maqasid Syari'ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi, yaitu kajian etnografi yang dilakukan terhadap interaksi dan konten di ruang digital. Data primer diperoleh dari konten TikTok kedua akun serta wawancara mendalam dengan enam informan Generasi Z, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konten terjadi melalui For You Page (FYP) maupun akun yang diikuti secara sadar, dengan akun @zzynaell lebih menonjolkan kebersamaan pasangan melalui aktivitas rekreatif dan akun @hudzaa lebih menonjolkan aktivitas keagamaan bersama pasangan. Paparan berulang tersebut memunculkan romantisasi estetika kehidupan rumah tangga, normalisasi menikah usia muda, dan standar finansial yang semu. Pemahaman keenam informan menunjukkan bahwa usia bukan satu-satunya tolak ukur kesiapan menikah, melainkan lebih ditekankan pada kesiapan mental, emosional, fisik, ekonomi, dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Ditinjau dari perspektif Maqasid Syari'ah, pemahaman tersebut pada dasarnya selaras dengan lima unsur pokok, yaitu menjaga agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal), dengan catatan bahwa menikah usia muda perlu dilandasi kesiapan dan kemaslahatan agar terhindar dari mudarat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Maqasid Syari'ah, Menikah Usia Muda, Generasi Z, dan TikTok |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:47 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:47 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35538 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
