Analisis maqashid syariah terhadap budaya konsumerisme digital dalam langganan telegram premium pada komunitas Roleplayer remaja.

Alvesa, Nur Taqiva (2026) Analisis maqashid syariah terhadap budaya konsumerisme digital dalam langganan telegram premium pada komunitas Roleplayer remaja. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER - DAFTAR ISI)
SKRIPSI NUR TAQIVA ALVESA_2213040185 FINAL COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Skripsi Nur Taqiva Alvesa. NIM 2213040185 BAB 1.pdf - Published Version

Download (395kB)
[img] Text (BAB III)
Skripsi Nur Taqiva Alvesa. NIM 2213040185 BAB 3.pdf - Published Version

Download (696kB)
[img] Text (BAB V)
Skripsi Nur Taqiva Alvesa. NIM 2213040185. BAB 5 dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (460kB)
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
Skripsi Nur Taqiva Alvesa NIM 2213040185 Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi terhadap perkembangan e-commers di Indonesia, terutama pada platform Telegram yang mengeluarkan inovasi layanan digital baru berupa Telegram premium. Telegram premium merupakan layanan berbayar yang menawarkan fitur ekslusif bagi penggunanya, salah satunya bagi remaja roleplayer. Adapun tujuan dari penelitian ini, untuk menganalisis budaya konsumerisme digital dalam berlangganan Telegram premium di komunitas roleplayer remaja ditinjau dari maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan anggota komunitas roleplayer remaja pengguna Telegram Premium. Serta dokumentasi terhadap mekanisme dan fitur Telegram premium. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, berlangganan Telegram premium di kalangan komunitas roleplayer remaja didominasi oleh rasa takut ketinggalan tren atau disebut dengan FOMO (Fear Of Missing Out). Budaya berlangganan tersebut mengarah kepada kebutuhan tahsiniyat, namun pada praktiknya bergeser pada kebutuhan hajiyat bahkan dharuriyat yang bertentangan dengan prinsip hifzh al-mal dan dapat melemahkan keempat prinsip lainnya. Diidentifikasi adanya sikap konsumtif oleh komunitas roleplayer remaja dalam berlangganan Telegram premium disebabkan oleh tujuan berlangganan demi memenuhi kebutuhan gaya hidup dan status sosial. Kedua, jika ditinjau dari aspek sumber dana dan skala prioritas, budaya berlanggana Telegram Premium di kalangan komunitas roleplayer remaja melemahkan prinsip-prinsip dalam maqashid syariah. Pemenuhan status sosial dan gaya hidup dengan mengorbankan kebutuhan esensial dan kewajiban bertentangan dengan prinsip-prinsip dalam maqashid syariah. Ketiga, jika dianalisis melalui prinsip maqashid syariah budaya konsumerisme digital oleh remaja roleplayer tersebut cenderung mendatangkan mudharat dari pada maslahah, karena pengalihan dana yang menyebabkan rusaknya prinsip keseimbangan dalam maqashid syariah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: maqashid syariah, konsumerisme digital, telegram premium, komunitas roleplayer remaja, fomo.
Subjects: Agama Islam > Fiqih (Hukum Islam) > Mu'amalah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syari'ah
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 28 Sep 2026 07:49
Last Modified: 28 Sep 2026 07:49
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35487

Actions (login required)

View Item View Item