Maharani, Siska (2026) Analisis Komunikasi Keluarga dalam Film Indonesia 2024-2025 (Studi Terhadap Modal Nekad, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, dan Keluarga Super Irit). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar Isi)
Siska Maharani-2212010075-Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version Download (327kB) |
|
|
Text (BAB I)
Siska Maharani. 2212010075-BAB I.pdf - Published Version Download (182kB) |
|
|
Text (BAB III)
Siska Maharani. 2212010075-BAB III.pdf - Published Version Download (17kB) |
|
|
Text (BAB V)
Siska Maharani. 2212010075-BAB V.pdf - Published Version Download (169kB) |
|
|
Text (Lengkap)
Siska Maharani-2212010075-Lengkap.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Komunikasi keluarga menjadi persoalan penting di tengah tingginya angka perceraian dan kekerasan rumah tangga di Indonesia yang sebagian besar dipicu oleh perselisihan, pertengkaran, dan tekanan ekonomi. Fenomena ini turut divisualisasikan dalam film Indonesia 2024-2025 khususnya film bertema keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi keluarga dan peran yang ditampilkan pada film Modal Nekad, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, dan Keluarga Super Irit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pisau analisis semiotika John Fiske yang membaca tanda pada level realitas, representasi, dan ideologi. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi berupa hasil tangkapan layar dari adegan komunikasi keluarga pada film. Family Communication Patterns Theory (FCPT) dari Koerner dan Fitzpatrick, menjadi kerangka teori dengan membagi pola komunikasi menjadi empat tipe, yaitu konsensual, pluralistik, protektif, dan laisses-faire. Berdasarkan dimensi orientasi percakapan dan orientasi kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan, film Modal Nekad, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, dan Keluarga Super Irit menampilkan pola komunikasi keluarga yang berbeda ketika dianalisis menggunakan Family Communication Patterns Theory (FCPT) dan semiotika John Fiske. Pada dimensi orientasi percakapan, Modal Nekad dan GJLS: Ibuku Ibu-Ibu menunjukkan pola pluralistik, ditandai dengan keterbukaan komunikasi antaranggota keluarga yang bebas menyampaikan pendapat, membantah, maupun mengakui kesalahan, sedangkan Keluarga Super Irit menunjukkan pola konsensual karena keputusan akhir tetap berada di tangan orang tua meski anggota keluarga diberi ruang berpendapat. Pada dimensi orientasi kepatuhan, ditemukan variasi yang lebih beragam, Modal Nekad tetap berada pada pola pluralistik dengan relasi antarsaudara yang setara dan keputusan musyawarah, GJLS: Ibuku Ibu-Ibu bergeser ke pola protektif dengan figur bapak sebagai otoritas pengendali keputusan, sementara Keluarga Super Irit konsisten pada pola konsensual dengan orang tua sebagai pemegang keputusan akhir. Temuan ini menegaskan nilai-nilai keterbukaan komunikasi, kepatuhan, musyawarah, dan tanggung jawab menjadi faktor penentu kualitas hubungan antaranggota keluarga, serta menunjukkan pola pluralistik merupakan pola yang paling dominan muncul dalam representasi komunikasi keluarga pada ketiga film yang diteliti.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komunikasi keluarga, film Indonesia 2024-2025,family communication patterns tehory, semiotika John Fiske |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > 380 Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 04:30 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 04:30 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35373 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
