Konstruksi Personal Branding dalam Kisah Nabi Yusuf A.S. dan Relevansinya dengan Etika Kepemimpinan Kontemporer

Marisa, Marisa (2026) Konstruksi Personal Branding dalam Kisah Nabi Yusuf A.S. dan Relevansinya dengan Etika Kepemimpinan Kontemporer. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER-DAFTAR ISI)
Marisa. 2420080037. COVER-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (4MB)
[img] Text (BAB I)
Marisa. 2420080037. BAB l.pdf - Published Version

Download (739kB)
[img] Text (BAB III)
Marisa. 2420080037. BAB III.pdf - Published Version

Download (811kB)
[img] Text (BAB V dan DAFTAR PUSTAKA)
Marisa. 2420080037. BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (980kB)
[img] Text (FULL TEXT)
Marisa. 2420080037. FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis penafsiran ayat-ayat kisah Nabi Yusuf A.S., (2) mengonstruksi konsep personal branding dalam kisah dan (3) menganalisis relevansinya dengan etika kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tahlili. Data personal branding ditentukan berdasarkan tiga syarat, yaitu tindakan nyata, disaksikan pihak lain, dan memperoleh penilaian atau pengakuan konkret, kemudian didialogkan dengan delapan hukum personal branding Peter Montoya sebagai grand theory, teori dramaturgi Erving Goffman, dan teori humanistik Carl Rogers sebagai teori pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Nabi Yusuf A.S. dibangun melalui kesatuan sifat ḥafīẓ dan ‘‘alīm pada Q.S. Yusuf/12: 55. Sifat ḥafīẓ tercermin dalam penolakan terhadap godaan istri al-‘Aziz pada ayat 23, kemudian memperoleh pengakuan terbuka pada ayat 51, sedangkan sifat ‘‘alīm ditunjukkan melalui kompetensinya dalam menakwilkan mimpi pada ayat 36-38, 41, 45-49. Konsistensi karakter tersebut berlanjut setelah memperoleh kekuasaan melalui pengelolaan pangan pada ayat 58-59 dan pemaafan terhadap saudara-saudaranya pada ayat 91-92. Temuan ini menunjukkan bahwa personal branding yang autentik dibangun dari keselarasan karakter, tindakan, kompetensi, dan reputasi, bukan sekadar pengelolaan citra. Dalam konteks kepemimpinan kontemporer, konstruksi tersebut menegaskan pentingnya rekam jejak nyata dan konsistensi karakter, serta menempatkan kekuasaan sebagai ruang pembuktian, bukan perubahan karakter.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Personal Branding, Nabi Yusuf A.S., Etika kepemimpinan, Tafsir Tahlili, Peter Montoya.
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 26 Sep 2026 15:04
Last Modified: 26 Sep 2026 15:04
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35330

Actions (login required)

View Item View Item