Analisis Yuridis Pertimbangan Hukum Dissenting Opinion Dalam Putusan Cerai Gugat (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Koto Baru Nomor 30/Pdt.G/2025/PA.KBr)

Ramadhaniah, Nazifa (2026) Analisis Yuridis Pertimbangan Hukum Dissenting Opinion Dalam Putusan Cerai Gugat (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Koto Baru Nomor 30/Pdt.G/2025/PA.KBr). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover-Daftar Isi)
Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (6MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (642kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (426kB)
[img] Text (BAB V- Daftar Pustaka)
BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (432kB)
[img] Text (FULL TEXT)
FULL TEXT .pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya dissenting opinion atau perbedaan pendapat di antara majelis hakim dalam memutus perkara cerai gugat. Perbedaan pendapat tersebut berkaitan dengan penilaian terhadap kekuatan alat bukti saksi dalam membuktikan adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus. Adapun yang menjadi pertanyaan penelitian ini adalah: 1) Bagaimana duduk perkara dan pokok sengketa yang memicu terjadinya perbedaan pendapat?2) Apa dasar pertimbangan hukum Hakim Anggota I dalam mengajukan dissenting opinion jika dikaitkan dengan Hukum Positif dan Kompilasi Hukum Islam?3) Bagaiaman analisis ketepatan dissenting opinion dalam memutus perkara cerai gugat? Penulis melakukan penelitian hukum normatif dengan teknik analisis isi terhadap putusan dan kepustakaan yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perbedaan pendapat muncul karena adanya perbedaan penilaian hakim terhadap fakta dan kekuatan pembuktian keterangan saksi dalam membuktikan kondisi rumah tangga para pihak. 2) Hakim Anggota I mengaitkan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan Pasal 39 ayat (2), Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Pasal 22, Pasal 308 RBg, serta Kompilasi Hukum Islam Pasal 116 huruf (f) dan Pasal 134 sedangkan, Mayoritas Hakim menggunakan keterangan Saksi I sebagai persangkaan hakim (rechterlijk vermoeden) berdasarkan Pasal 310 RBg jo. Pasal 1922 KUHPerdata. 3) berdasarkan analisis yuridis, pertimbangan hakim mayoritas dinilai lebih tepat karena mempertimbangkan keseluruhan fakta persidangan, yaitu perpisahan tempat tinggal, terputusnya komunikasi, serta tidak berhasilnya upaya perdamaian yang menunjukkan kondisi broken marriage.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Dissenting Opinion, Cerai Gugat, Pertimbangan Hukum Hakim, Pembuktian.
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ruang Baca Fakultas Syariah
Date Deposited: 27 Sep 2026 13:54
Last Modified: 27 Sep 2026 13:54
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35168

Actions (login required)

View Item View Item