Ranita, Windya (2026) Pelaksanaan Layanan Konseling Individual bagi Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Padang. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Halaman Awal)
Halaman Awal.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (699kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (611kB) |
|
|
Text (BAB V-Daftar Pustaka)
BAB V-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (589kB) |
|
|
Text (Fulltext Windya Ranita 2212020008 Skripsi)
Fulltext Windya Ranita 2212020008 Skripsi.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Pelaksanaan layanan konseling individual merupakan salah satu bentuk pembinaan bagi warga binaan di Lapas untuk membantu dalam hal: memahami diri, mengatasi permasalahan, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat. Namun, masih banyak warga binaan yang mengalami tekanan emosional, seperti: stres, kecemasan, dan ketakutan terhadap stigma masyarakat setelah bebas. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan konseling individual bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Padang yang meliputi tahap pengantaran, penjajakan, penafsiran, pembinaan, dan penilaian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Informan penelitian terdiri dari konselor dan warga binaan, yang ditentukan melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tahap pengantaran pada setiap sesi konseling, konselor membangun hubungan yang baik dengan warga binaan dengan melalui komunikasi terbuka dan sikap yang ramah, menciptakan suasana yang nyaman serta menjelaskan tujuan dan proses konseling; 2) tahap penjajakan, konselor menggali permasalahan yang dialami warga binaan, yaitu sebagiannya mengalami kekhawatiran terhadap stigma negatif dan pandangan masyarakat setelah bebas, sementara lainnya mengalami perasaan bersalah terhadap keluarga, kesulitan menerima kondisi diri, serta ketakutan mengulangi kesalahan yang sama setelah bebas; 3) tahap penafsiran, konselor bersama warga binaan membahas permasalahan yang disampaikan mengenai kondisi yang sedang dihadapi; 4) tahap pembinaan, konselor secara umum menggunakan teknik pemberian nasehat dan pemberian informasi kepada warga binaan; 5) tahap penilaian, warga binaan mulai merasa lega dan mulai memahami makna permasalahan yang sedang dihadapi, serta konselor memberikan semangat dan motivasi kepada warga binaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konseling Individual, Warga Binaan, Lapas |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 100 Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi > Konseling |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 07:44 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 07:44 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35044 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
