Penafsiran Ayat-Ayat Imamah dalam Al-Quran (Studi Komparasi Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah)

Andy, Habib Prananda (2026) Penafsiran Ayat-Ayat Imamah dalam Al-Quran (Studi Komparasi Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah). Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (7MB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (500kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (533kB)
[img] Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (658kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya konsep kepemimpinan dalam AlQur’an, khususnya konsep Imamah, yang berkaitan dengan tanggung jawab, keteladanan, keadilan, serta pembinaan kehidupan umat. Istilah Imamah dalam AlQur’an memiliki cakupan makna yang beragam, tidak hanya menunjuk pada kepemimpinan formal, tetapi juga dapat bermakna sebagai panutan, petunjuk, dan kepemimpinan dalam kehidupan agama maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat Imamah menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, mengetahui penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, serta menganalisis persamaan dan perbedaan penafsiran kedua mufasir terhadap ayatayat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan tafsir muqarran. Sumber data primer penelitian adalah Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal, skripsi, dan literatur lain yang berkaitan dengan konsep Imamah dan kepemimpinan dalam Al-Qur’an. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan membandingkan penafsiran kedua mufasir terhadap ayat-ayat yang memuat term Imam dan bentuk turunannya, antara lain QS. Al-Baqarah [2]: 124, QS. Al-Anbiya’ [21]: 73, QS. Al-Qashash [28]: 5, QS. At-Taubah [9]: 12, QS. Hud [11]: 17, dan QS. Al-Isra’ [17]: 71. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Buya Hamka dan M. Quraish Shihab sama-sama memandang Imamah sebagai konsep kepemimpinan yang memiliki dimensi moral dan spiritual, bukan semata-mata kekuasaan politik. Dalam Tafsir Al-Azhar, Hamka cenderung menekankan aspek keteladanan, tanggung jawab, perjuangan, serta hubungan kepemimpinan dengan kehidupan sosial masyarakat. Sementara itu, Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah memberikan penjelasan yang lebih luas melalui analisis kebahasaan, konteks ayat, dan keterkaitan antarayat, sehingga makna Imamah dipahami sesuai konteks masingmasing ayat. Persamaan keduanya terletak pada penekanan bahwa kepemimpinan harus didasarkan pada ketaatan kepada Allah, keteladanan, keadilan, dan tanggung jawab. Adapun perbedaannya terutama terlihat pada cara menjelaskan konteks dan keluasan makna Imamah. Dengan demikian, penafsiran kedua mufasir menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam perspektif Al-Qur’an bukan sekadar kedudukan atau kekuasaan, melainkan amanah untuk memberikan petunjuk, menjadi teladan, menegakkan kebaikan, dan mewujudkan kemaslahatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Imamah, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Misbah, Tafsir Muqarran
Subjects: Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Ilmu Tafsir
Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 25 Sep 2026 07:02
Last Modified: 25 Sep 2026 07:02
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/35030

Actions (login required)

View Item View Item