Rahman, Habibur (2026) Analisis Terhadap Dissenting Opinion Penetapan Pengadilan Agama Talu Nomor 154/pdt.p/2025/Pa.Talu Tentang Isbat Nikah Terhadap Perkawinan di Bawah Umur. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover- daftar isi)
cover- daftar isi.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (bab 1)
bab 1.pdf - Published Version Download (237kB) |
|
|
Text (bab 3)
bab 3.pdf - Published Version Download (243kB) |
|
|
Text (bab 5- daftar pustaka)
bab 5- daput.pdf - Published Version Download (277kB) |
|
|
Text (full text)
full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (24MB) |
Abstract
Analisis Terhadap Dissenting Opinion Penetapan Pengadilan Agama Talu Nomor 154/Pdt.P/2025/PA.TALU Tentang Isbat Nikah Terhadap Perkawinan di Bawah Umur. Ditulis oleh Habibur Rahman, NIM 2213010016, Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhsiyyah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat (dissenting opinion) hakim tentang isbat nikah terhadap perkawinan di bawah umur tanpa dispensasi kawin di Pengadilan Agama Talu, sebagaimana tercermin dalam Penetapan Nomor 54/Pdt.P/2025/PA.TALU. Dissenting opinion mencerminkan kebebasan hakim dalam menjalankan fungsi kekuasaan kehakiman ketika terjadi perbedaan pandangan dalam musyawarah majelis hakim. Fenomena ini menjadi penting untuk dikaji karena perkara isbat nikah terhadap perkawinan di bawah umur tidak hanya berkaitan dengan legalitas perkawinan, tetapi juga berhubungan dengan penerapan ketentuan batas usia perkawinan, dispensasi kawin, dan perlindungan terhadap hak-hak anak. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan alasan hakim yang mengabulkan dan menolak permohonan isbat nikah serta menganalisis pertimbangan hukum dalam putusan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif dan pendekatan kasus (case approach). Data primer diperoleh dari salinan Penetapan Nomor 154/Pdt.P/2025/PA.TALU dan hasil wawancara dengan majelis hakim, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, buku, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mayoritas mengabulkan permohonan dengan mempertimbangkan terpenuhinya rukun dan syarat perkawinan serta aspek kemaslahatan, sedangkan hakim yang menyampaikan dissenting opinion menolak permohonan karena perkawinan dilakukan tanpa dispensasi kawin dan bertentangan dengan ketentuan batas usia perkawinan. Menurut penulis, pendapat hakim yang dissenting lebih sesuai dengan hukum positif karena mendukung kepastian hukum dan perlindungan anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dissenting Opinion, Isbat Nikah, Perkawinan di Bawah Umur. |
| Subjects: | Agama Islam K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ruang Baca Fakultas Syariah |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 01:59 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 01:59 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34940 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
