Mistriyani, Julinar (2026) Analisis Retorika Husain Basyaiban dalam Konten Dakwah pada Akun TikTok @kadamsidik00. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover-Daftar isi)
Julinar Mistriyani 2212010088 Cover-Daftar isi.pdf - Published Version Download (763kB) |
|
|
Text (BAB 1)
Julinar Mistriyani 2212010088 BAB I.pdf - Published Version Download (539kB) |
|
|
Text (BAB III)
Julinar Mistriyani 2212010088 BAB III.pdf - Published Version Download (357kB) |
|
|
Text (BAB V)
Julinar Mistriyani 2212010088 BAB V.pdf - Published Version Download (580kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Julinar Mistriyani 2212010088 Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial TikTok sebagai salah satu ruang penyampaian pesan dakwah yang memungkinkan da’i berkomunikasi dengan audiens secara lebih luas dan interaktif. Husain Basyaiban merupakan salah satu da’i yang aktif memanfaatkan TikTok dalam menyampaikan berbagai pesan keagamaan dengan gaya komunikasi yang dekat dengan karakteristik pengguna media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis retorika Husain Basyaiban dalam konten dakwah di media sosial TikTok berdasarkan tiga unsur persuasi Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Sumber data penelitian berupa konten dakwah pada akun TikTok @kadamsidik00 yang dipilih sebanyak 12 video pada periode Januari–Mei 2026. Data dianalisis berdasarkan unsur ethos, pathos, dan logos retorika Aristoteles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethos Husain Basyaiban dibangun melalui phronesis, arete, dan eunoia. Phronesis terlihat melalui penggunaan Al-Qur’an, hadis, hadis qudsi, kitab, dan pendapat ulama serta kemampuan menghubungkan pengetahuan keagamaan dengan persoalan audiens. Arete ditunjukkan melalui sikap santun, rendah hati, jujur, tenang, bijaksana, dan tidak menghakimi. Sementara itu, eunoia diwujudkan melalui motivasi, solusi, ajakan, nasihat, dan empati. Pathos dibangun melalui penggunaan diksi, metafora, dan storytelling yang mampu membangun keterlibatan emosional audiens, seperti rasa takut terhadap dosa dan kematian, harapan terhadap ampunan Allah, ketenangan dalam menghadapi persoalan keagamaan, penyesalan terhadap kesalahan, serta dorongan untuk memperbaiki diri. Adapun logos diwujudkan melalui argumentasi, penalaran sebab–akibat, dan analogi dalam menjelaskan pesan keagamaan. Dengan demikian, retorika dakwah Husain Basyaiban di TikTok menunjukkan keterpaduan antara kredibilitas komunikator, keterlibatan emosional audiens, dan kekuatan argumentasi dalam menyampaikan pesan dakwah secara komunikatif dan relevan dengan karakteristik media digital.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Retorika Aristoteles, Husain Basyaiban, Konten Dakwah, TikTok. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 2x0 Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Dakwah Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 19 Sep 2026 10:04 |
| Last Modified: | 19 Sep 2026 10:04 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34688 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
