Edi, Syafri (2010) Strategi Mengajar Guru Agama Islam dalam Mengembangkan Kreativitas Belajar Agama Peserta Didik (Studi di Sekolah Dasar Islam Terpadu Adzkia Padang). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya guru yang kurang memperhatikan perkembangan kreativitas peserta didik. Ini dibuktikan dengan kriteria peserta didik yang banyak disenangi guru, keadaan suasana sekolah yang cenderung kurang kondusif, pembelajaran yang dilakukan lebih mengutamakan pencapaian ranah kognitif, pemberian pertanyaan yang diberikan kepada peserta didik yang menghalangi perkembangan imaginasi, dan lain-lain. Namun dalam kondisi seperti itu SDIT Adzkia terlihat sudah mampu menyentuh dan mengembangkan kreativitas peserta didik. Indikasi tersebut dapat dilihat dari hasil karya kreatif, prestasi, dan perolehan nilai oleh peserta didik terkait dengan pelajaran agama. Batasan masalah adalah pertama, bagaimana strategi guru agama Islam dalam mengelola kelas, kedua, strategi apa saja yang dilakukan guru agama Islam dalam mengadakan variasi mengajar, ketiga, bagaimana strategi guru agama Islam dalam menjelaskan materi pelajaran, dan keempat, apa strategi guru agama Islam dalam memberikan evaluasi, dalam usaha mengembangkan kreativitas peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, pertama, strategi yang digunakan guru agama Islâm dalam mengelola kelas, kedua, strategi guru agama Islâm dalam mengadakan variasi mengajar, ketiga, strategi guru agama Islâm dalam menjelaskan materi pelajaran, keempat, strategi guru agama Islâm dalam memberikan evaluasi di SDIT Adzkia Padang. Penelitian ini mengambil bentuk field research dengan menjadikan guru agama Islam SDIT Adzkia Padang, sebagai sumber datanya. Metode penelitian adalah metode deskriptif, dengan pendekatan naturalistik. Penelitian dilakukan dengan beriteraksi langsung dengan guru agama Islam di SDIT Adzkia Padang, secara natural tanpa ada rekayasa sikap dan perbuatan, tetapi mengalir apa adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif, yakni dengan menggambarkan kejadian yang terjadi dilapangan sesuai dengan yang sebenarnya dalam bentuk verbal. Hasil penelitian adalah; pertama, dilihat dari pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru agama Islam di SDIT Adzkia Padang, untuk menciptakan kondisi belajar. yang optimal, dilakukan dengan menunjukkan sikap tanggap kepada peserta didik Seperti memandang dengan pandangan bersahabat dan penuh kasih sayang kepada semua peserta didik, tanpa membeda-bedakan. Apabila ada peserta didik yang menunjukkan prilaku yang menyimpang, guru tidak langsung menegur atau memvonisnya dengan negatif, tetapi hanya sekedar mengusap bahunya dengan sentuhan lembut, atau memberi isyarat, tanpa terlihat raut wajah yang marah. Tidak terdengar kalimat-kalimat yang kurang enak didengar selama pembelajaran, yang ada adalah kalimat pujian dan pemberian motivasi. Guru juga menanamkan rasa bertanggungjawab dalam setiap kegiatan pembelajaran, yang dilakukan dengan sentuhan-sentuhan qalbiyah. Kedua, Strategi guru agama Islam dalam mengadakan variasi mengajar meliputi variasi gaya mengajar, penggunaan media, pola interaksi dan kegiatan pembelajaran. Gaya mengajar guru dalam intonasi suara, mimik wajah, dan gerak badan dilakukan sesuai dengan isi pesan yang disampaikan. Posisi guru tidak hanya didepan kelas, tetapi lebih banyak berada di samping peserta didik secara bergantian, untuk membimbing anak didiknya. Penggunaan media yang sering digunakan adalah media audio, dan visual. Pembuatan audio tidak hanya dibuat oleh guru, tetapi peserta didik dituntut untuk mampu membuatnya. Komunikasi yang sering digunakan adalah komunikasi multi-arah. Ketiga, Strategi guru dalam menjelaskan materi pelajaran diawali dengan merencanakan pembelajaran. Dilakukan dengan berdiskusi dengan sesama guru, yang rutin dilaksanakan minimal sekali seminggu untuk memilih isi, urutan dan contoh-contoh sehubungan dengan materi yang akan dipelajari. Menyampaikan penjelaskan dilakukan dengan bahasa yang dapat dipahami peserta didik, yang diikuti pemberian ilusi dan contoh-contoh. Setiap materi yang dianggap penting, dilakukan penekanan, dan pengulangan. Guru selalu berusaha memperhatikan raut wajah dan mimik peserta didik untuk memperoleh umpan balik. Keempat, Dalam memberikan evaluasi, dilakukan dengan mengungkapkan pertanyaan secara jelas, dengan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik. Sebelum memulai pembelajaran, diberikan pertanyaan pelacak (pretest) kepada peserta didik untuk mengetahui kualitas pengetahuan peserta didik. Pertanyaan dibuat dengan mempertimbangkan tingkat kesukaran pertanyaan serta mengurutkannya mulai dari yang mudah sampai kepada pertanyaan yang sukar. Peserta didik diberikan kesempatan berfikir sejenak dalam menjawab pertanyaan. Apabila peserta didik yang diberi pertanyaan tidak dapat menjawab, ia tidak divonis bodoh, atau diberi kata-kata yang tidak enak didengar, tetapi tetap dilihat dengan wajah ramah dan diberi motivasi untuk lebih giat belajar, kemudian pertanyaan dilemparkan kepada peserta lain untuk menjawabnya.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Pendidikan Agama Islam Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Pendidikan > Guru dan Aktivitas Pembelajaran > Metode Pembelajaran |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 04:05 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 04:05 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34613 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
