Ketahanan Rumah Tangga Narapidana (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang)

Rahmawati, Rahmawati (2026) Ketahanan Rumah Tangga Narapidana (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang). Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Daftar Isi)
1) cover sampai daftar ini_Rahmawati.pdf - Published Version

Download (2MB)
[img] Text (BAB I)
2) BAB I_Rahmawati.pdf - Published Version

Download (592kB)
[img] Text (BAB III)
3) BAB III_Rahmawati.pdf - Published Version

Download (423kB)
[img] Text (BAB V)
4) BAB V sampai daftar pustaka_Rahmawati.pdf - Published Version

Download (617kB)
[img] Text (Full Text)
Full Text_Rahmawati.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh mengapa rumah tangga narapidana dapat bertahan. Penelitian ini menemukan tiga hal penting: pertama, bagaimana kondisi rumah tangga narapidana. Kedua, bagaimana faktor yang mempengaruhi ketahanan rumah tangga narapidana. Ketiga, bagaimana alasan istri mempertahankan rumah tangga dengan suami berstatus narapidana. Penelitian ini adalah berjenis studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer didapatkan dari responden dan informan secara langsung yaitu 7 (tujuh) orang narapidana yang masih berstatus suami, 9 (sembilan) orang pembina pada Lapas Kelas IIA Padang, dan 14 (empat belas) orang istri yang rumah tangganya masih bertahan dengan suami yang menjalani masa pidana di Lapas Kelas IIA Padang. Sedangkan data sekunder didapatkan dari buku-buku, jurnal dan tulisan-tulisan yang berkaitan sebagai penunjang penelitian ini. Teknik pengumpulan data berupa wawancara langung dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan metode Cresswell. Temuan dalam studi ini: pertama, kondisi rumah tangga narapidana sebelum menjadi narapidana dan sesudah menjadi narapidana mengalami perubahan. Status hukum suami berubah dari warga biasa menjadi narapidana, tekanan sosial bertambah akibat stigma dan pengucilan dari lingkungan, serta kondisi ekonomi seringkali menurun karena hilangnya sumber penghasilan utama. Kedua, faktor ketahanan rumah tangga narapidana yaitu ketahanan ekonomi (adanya pembinaan kemandirian yang dengan itu narapidana mendapatkan upah atas pekerjaannya dan dukungan finansial dari keluarga, ketahanan sosio-psikologi (pembinaan rehabilitasi dan dukungan emosional dari keluarga) dan kesejahteraan spiritual melalui pembinaan kesantrian. Ketiga, terdapat tujuh alasan istri mempertahankan rumah tangga dengan suami berstatus narapidana yaitu, karena adanya anak, rasa sayang antar suami-istri, narkoba sebagai usaha suami pada dahulunya dalam memenuhi nafkah, istri memberikan kesempatan kepada suami untuk berubah, dukungan emosional dan finansial dari keluarga, menjaga kehormatan keluarga, serta stigma penyalahgunaan narkoba tidak terlalu buruk. Dalam memutuskan mempertahankan rumah tangga, istri memiliki tujuan tertentu yang didasarakan atas rasa cinta dan dukungan keluarga. Keyakinan tersebut dibangun atas argumen bahwa narkoba sebagai usaha suami pada dahulunya untuk mencari nafkah dan suami bertekad untuk mengubah perilakunya dan sudah menghindari diri dari narkoba. Tujuan yang ingin dicapai istri adalah demi kemaslahatan anak dan menjaga kehormatan keluarga. Hal ini sesuai dengan maqashid syariah yaitu mengambil kemaslahatan dan menghilangkan kemudharatan. Tujuan istri tersebut jika dihubungkan dengan konsep maqashid syariah termasuk kedalam hifz nasl (menjaga anak/keturunan) dan hifz ird (menjaga kehormatan).

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ketahanan; Rumah Tangga; Narapidana
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih > Hukum Keluarga, Perkawinan, Pernikahan Menurut Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Pusat Riset Pascasarjana
Date Deposited: 03 Jul 2026 01:07
Last Modified: 03 Jul 2026 01:07
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34522

Actions (login required)

View Item View Item