Mahareza, Nurlaila (2026) Pemahaman Makna Simbolik pada Generasi Muda terhadap Tradisi Semah Kampung di Desa Pelanduk Kabupaten Indragiri Hilir. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version Download (289kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (BAB V dan Daftar Pustaka)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (247kB) |
|
|
Text (Full Text)
Full text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Tradisi Semah Kampung merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Melayu pesisir yang hingga kini masih dilaksanakan oleh masyarakat Desa Pelanduk, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir. Tradisi ini mengandung nilai spiritual, sosial, dan kultural yang diwujudkan melalui penggunaan simbolsimbol adat sebagai media doa dan ikhtiar memohon keselamatan kampung. Dalam pelaksanaannya, generasi muda tetap terlibat dan tidak menunjukkan sikap penolakan terhadap Tradisi Semah Kampung. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, keterlibatan tersebut cenderung berlangsung pada tataran praktik dan formalitas adat, tanpa diiringi dengan pemahaman yang mendalam terhadap makna simbolik yang terkandung di dalam setiap rangkaian ritual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan simbolik generasi muda terhadap Tradisi Semah Kampung, proses interaksi sosial yang membentuk pemahaman tersebut, serta bagaimana generasi muda menginterpretasikan makna simbol-simbol adat dalam tradisi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap generasi muda serta informan pendukung yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama dan Masyarakat Desa Pelanduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda pada umumnya memahami Tradisi Semah Kampung sebagai warisan adat yang harus dijalankan dan dilestarikan, namun pemahaman mereka terhadap makna simbolik masih terbatas pada fungsi ritual dan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun. Makna simbolik dan nilai spiritual tradisi lebih banyak dipahami oleh generasi tua dan tokoh adat. Interpretasi generasi muda terhadap Tradisi Semah Kampung dibentuk melalui pengalaman keterlibatan langsung dan interaksi sosial di lingkungan kampung, sehingga tradisi ini lebih dimaknai sebagai kewajiban adat daripada sebagai sistem simbol yang sarat nilai filosofis dan religius. Oleh karena itu, diperlukan upaya pewarisan makna simbolik secara berkelanjutan agar Tradisi Semah Kampung tidak hanya lestari secara praktik, tetapi juga tetap dipahami secara utuh oleh generasi muda.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Makna Simbolik; Interaksi Simbolik; Interpretasi; Generasi Muda;Tradisi Semah Kampung, interaksionisme simbolik |
| Subjects: | Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Adat Istiadat, Etiket, Folklor |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 08:05 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 08:05 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34172 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
