Hayati, Hikmatul (2026) Marriage Anxiety dalam QS An-Nur Ayat 32 (Pendekatan Tafsir Maqashidi Abdul Mustaqim). Skripsi thesis, Universitas Islam Negri Imam Bonjol Padang.
|
Text (cover)
Cover-Abstrak.pdf - Published Version Download (723kB) |
|
|
Text (Bab 1)
BAB I.pdf - Published Version Download (305kB) |
|
|
Text (Bab 3)
BAB III.pdf - Published Version Download (253kB) |
|
|
Text (Bab V-dapus)
BAB V.pdf - Published Version Download (254kB) |
|
|
Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena marriage anxiety di kalangan generasi muda Indonesia, yang tercermin dari data Badan Pusat Statistik (2025) bahwa sekitar 71,04 persen pemuda berada dalam status belum menikah. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap pernikahan yang tidak semata-mata dipicu oleh faktor ekonomi dan sosial, tetapi juga oleh tekanan psikologis yang bersifat maladaptif. Di sisi lain, QS An-Nur ayat 32 secara eksplisit mendorong pelaksanaan pernikahan dan menolak alasan kemiskinan sebagai hambatan. Ketegangan antara pesan normatif Al-Qur’an tersebut dengan realitas psikologis generasi muda itulah yang menjadi titik tolak penelitian ini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), bersifat deskriptif-analitis dengan teknik analisis konten (content analysis) terhadap Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, literatur seputar pendekatan tafsir maqashidi Abdul Mustaqim serta literatur psikologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. An-Nur ayat 32, melalui pendekatan tafsir maqashidi Abdul Mustaqim, tidak hanya dipahami sebagai anjuran normatif untuk menikah, tetapi juga mengandung dimensi psikologis, sosial, dan teologis yang relevan dengan marriage anxiety. Ayat ini memuat berbagai nilai maqashidi, seperti optimisme dan kepercayaan kepada Allah, pemeliharaan keturunan (ḥifẓ al-nasl), pemeliharaan kesejahteraan jiwa (ḥifẓ al-nafs), penguatan rasionalitas (ḥifẓ al-‘aql), serta tanggung jawab sosial dalam memfasilitasi pernikahan. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam merespons marriage anxiety melalui penguatan keyakinan, pembentukan pola pikir yang lebih adaptif, dukungan sosial, dan pemaknaan pernikahan sebagai bagian dari ibadah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa marriage anxiety merupakan kondisi psikologis yang kompleks dan multidimensional, sementara QS. An-Nur ayat 32 dapat diposisikan sebagai landasan konseptual yang menawarkan respons psikologis, sosial, spiritual, dan normatif terhadap kecemasan pernikahan dalam konteks kehidupan kontemporer.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Ruang Baca FUSA |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 05:33 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 05:33 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/34093 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
