Hubungan adversity quotient dan self efficacy dengan problem solving pada mahasiswa Matematika UIN Imam Bonjol Padang

Lubis, Salsabila (2026) Hubungan adversity quotient dan self efficacy dengan problem solving pada mahasiswa Matematika UIN Imam Bonjol Padang. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (cover)
Salsabila Lubis 2215040136 cover - daftar isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB 1)
Salsabila Lubis NIM 2215040136 BAB 1.pdf - Published Version

Download (331kB)
[img] Text (BAB 3)
Salsabila Lubis NIM 2215040136 BAB 3.pdf - Published Version

Download (483kB)
[img] Text (BAB 5 dan DAFTAR PUSTAKA)
Salsabila Lubis NIM 2215040136 BAB 5 DAN DAPUS.pdf - Published Version

Download (280kB)
[img] Text (fulltext)
Salsabila Lubis 2215040136 fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Minat calon mahasiswa baru untuk memilih program studi Matematika dan Tadris Matematika UIN Imam Bonjol Padang masih rendah. Hal itu memunculkan tuntutan akademik yang sangat tinggi. Kemampuan pemecahan masalah (problem solving) adalah kompetensi yang sangat penting untuk dimiliki. Faktor psikologis yang diduga memengaruhi problem solving di antaranya adalah adversity quotient dan self efficacy. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adversity quotient dan self efficacy dengan problem solving pada mahasiswa matematika UIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Matematika dan Tadris Matematika UIN Imam Bonjol Padang sebanyak 336 orang, dengan sampel sebanyak 172 mahasiswa yang ditentukan menggunakan tabel Isaac dan Michael pada taraf kesalahan 5% dan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologi dengan empat pilihan jawaban yang meliputi skala adversity quotient berdasarkan dimensi CORE teori Stoltz (1997), skala self efficacy berdasarkan teori Bandura (1977), dan skala problem solving berdasarkan teori Heppner dan Petersen (1982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adversity quotient berada pada kategori sedang (94,8%), self efficacy berada pada kategori tinggi (97,1%), dan problem solving berada pada kategori sedang (83,1%). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial adversity quotient berhubungan signifikan dengan problem solving dengan nilai signifikansi 0,007 < 0,05 dan nilai t hitung 2,738 > t tabel, serta self efficacy juga berhubungan signifikan dengan problem solving dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 4,118 > t tabel. Secara simultan, adversity quotient dan self efficacy berhubungan signifikan dengan problem solving dengan nilai F hitung sebesar 12,657 > F tabel 3,05 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, serta nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,130 yang berarti kedua variabel berkontribusi sebesar 13,0% terhadap problem solving, sedangkan 87,0% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini terbukti dapat diterima.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Adversity quotient, Self efficacy, Problem solving, Mahasiswa Matematika.
Subjects: Tajuk Subjek > 100 Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Psikologi Islam
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 11 Aug 2026 08:26
Last Modified: 11 Aug 2026 08:26
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33602

Actions (login required)

View Item View Item