Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur'an: Analisis semiotika naratif A. J. Greimas

Isdarwanti, Indri (2026) Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur'an: Analisis semiotika naratif A. J. Greimas. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER - DAFTAR ISI)
Indri Isdarwanti. NIM 2215050038. Cover-Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (BAB I)
Indri Isdarwanti. NIM 2215050038. BAB I.pdf - Published Version

Download (336kB)
[img] Text (BAB III)
Indri Isdarwanti. NIM 2215050038. BAB III.pdf - Published Version

Download (281kB)
[img] Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
Indri Isdarwanti. NIM 2215050038. BAB V dan Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (294kB)
[img] Text (Full Text)
Indri Isdarwanti. NIM 2215050038. Full Text.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Eksistensi kisah dalam al-Qur’an menempati posisi penting, baik sebagai media penyampaian nilai maupun sebagai legitimasi ajaran Islam. Salah satu kisah yang sarat makna adalah kisah Ashabul Kahfi dalam QS. al-Kahfi [18]: 9-26. Narasi ini menggambarkan perjuangan sekelompok pemuda dalam mempertahankan keimanan di tengah kekuasaan yang zalim. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur aktansial, struktur fungsional, dan makna esensial kisah Ashabul Kahfi melalui pendekatan semiotika naratif Algirdas Julien Greimas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa ayat-ayat kisah Ashabul Kahfi dalam QS. al-Kahfi [18]: 9-26 serta buku Structural Semantic karya A. J. Greimas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik content analysis dengan langkah pemetaan struktur aktansial, struktur fungsional, dan struktur batin (deep structure/semantic level) melalui semiotic square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur aktansial kisah Ashabul Kahfi terdiri dari: (a) sender (pengirim), yaitu Allah Swt.; (b) subject (subjek), yaitu para pemuda Ashabul Kahfi; (c) Object (objek), yaitu keselamatan akidah dan keteguhan tauhid; (d) receiver (penerima), yaitu Ashabul Kahfi dan masyarakat; (e) helper (penolong), berupa perlindungan Allah; serta (f) opposant (penghambat), yaitu penguasa zalim dan masyarakat musyrik. Struktur fungsional narasi terdiri atas situasi awal, tahap transformasi, dan situasi akhir. Adapun struktur batin ditemukan makna esensial berupa pertentangan nilai antara tauhid dan syirik yang berkembang melalui relasi oposisi dalam semiotic square. Kisah ini menunjukkan bahwa keteguhan iman para pemuda diwujudkan melalui pemisahan diri dari lingkungan yang menyimpang sebagai bentuk penolakan terhadap kesyirikan. Peristiwa tidur panjang di dalam gua menjadi bentuk intervensi ilahi dalam menjaga keimanan mereka, sekaligus menegaskan kekuasaan Allah Swt. dan keterbatasan manusia dalam memahami ketentuan-Nya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Semiotika Naratif, A. J. Greimas, Ashabul Kahfi, Struktur Aktansial, Struktur Fungsional.
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Cerita dan Kisah dari Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 25 Jun 2026 17:18
Last Modified: 25 Jun 2026 17:18
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33348

Actions (login required)

View Item View Item