Adinda Marsha, Fiska (2026) Fenomena Culture Shock Mahasiswa Berasal Dari Provinsi Jambi Angkatan 2025 di UIN Imam Bonjol Padang. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Cover - Daftar Isi)
COVER 1_merged.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (BAB I)
BAB 1 REPOSTORY.pdf - Published Version Download (285kB) |
|
|
Text (BAB III)
BAB 3 REPOSTORY.pdf - Published Version Download (258kB) |
|
|
Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB 5 REPOSTORY.pdf - Published Version Download (356kB) |
|
|
Text (SKRIPSI FULL TEXT)
BAB 1 SAMPAI DAPUS_merged (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Fenomena culture shock yang dialami oleh semua orang salah satunya Mahasiswa berasal dari Provinsi Jambi angkatan 2025 ketika semua orang memasuki lingkungan sosial budaya baru di UIN Imam Bonjol Padang. Perbedaan bahasa, adat istiadat, pola komunikasi, kebiasaan sosial, serta lingkungan masyarakat Minangkabau menimbulkan berbagai tantangan dalam proses adaptasi mahasiswa perantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena culture shock mahasiswa Jambi dilihat dari aspek hilangnya cues, krisis identitas, hilangnya komunikasi, dan sulitnya beradaptasi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Didalam informan penelitian ini mahasiswa yang berasal dari Provinsi Jambi yang berjumlah 147 orang Angkatan 2025 di UIN Imam Bonjol Padang dan informan ditetapkan 12 orang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan Data adalah observasi dan wawancara. Kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: seluruh informan mengalami culture shock dalam bentuk yang berbeda-beda. 1) Culture Shock pada aspek hilangnya cues, sebagian informan mengalami kesulitan memahami perbedaan bahasa, logat, adat istiadat, pola komunikasi, makanan, dan kebiasaan masyarakat Minangkabau. 2) Culture Shock pada aspek krisis identitas, beberapa informan menunjukkan perasaan minder, canggung, kurang percaya diri, serta takut melakukan kesalahan ketika berinteraksi dengan lingkungan baru. 3) Culture Shock pada aspek hilangnya komunikasi, sejumlah informan mengalami hambatan komunikasi akibat perbedaan bahasa dan perbedaan makna kata yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Sementara itu, 4) Culture Shock pada aspek sulitnya beradaptasi, sebagian informan menghadapi kendala berupa homesick, penyesuaian terhadap cuaca, makanan, sistem perkuliahan, kehidupan mandiri, dan lingkungan sosial yang berbeda dari daerah asal. Meskipun demikian, mahasiswa mampu beradaptasi secara bertahap melalui dukungan teman sebaya, komunikasi dengan keluarga, keterlibatan dalam organisasi kampus, serta usaha mempelajari budaya dan bahasa Minangkabau. Kata Kunci: Culture Shock, Mahasiswa Perantau, Mahasiswa Jambi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Culture Shock, Mahasiswa Perantau, Mahasiswa Jambi. |
| Subjects: | Tajuk Subjek > Filsafat dan Psikologi > Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | Ruang Baca FDIK |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:19 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:19 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33278 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
