Astuti, Mira (2010) Konsep Kerjasama Orang Tua dan Guru Membentukan Kepribadian Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam. Masters thesis, UIN Imam Bonjol Padang.
|
Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep kerjasama antara orang tua dan guru dalam membentuk kepribadian anak. Pentingnya pendidikan Islam bagi tiap-tiap orang tua terhadap anak-anaknya didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : (1) Untuk mengungkap bentuk pemberian motivasi oleh orang tua dan guru dalam upaya membentuk kepribadian anak (2)Untuk mengungkap bentuk pemberian ganjaran, hukuman dan reward/hadiah oleh orang tua dan guru dalam upaya membentuk kepribadian anak, dan (3) Untuk mengungkap bentuk kontrol orang tua dan guru dalam upaya membentuk kepribadian anak. Penelitian ini bercorak Library research sedangkan sumber data berupa buku-buku, majalah dan dokumen-dokumen. Metode yang digunakan adalah studi literatur, sedangkan analisis data menggunakan deskriptis analisis. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa temuan bahwa proses pembentukan kepribadian ini hendaklah dimulai dari masa kanak-kanak, yang dimulai dari selesainya masa menyusui hingga anak berumur enam atau tujuh tahun. Masa ini termasuk masa yang sangat sensitif bagi perkembangan kemampuan berbahasa, cara berpikir, dan sosialisasi anak. Di dalamnya terjadilah proses pembentukan jiwa anak yang menjadi dasar keselamatan mental dan moralnya. Pada saat ini, orang tua harus memberikan perhatian ekstra terhadap masalah pendidikan anak dan mempersiapkannya untuk menjadi insan yang handal dan aktif di masyarakatnya kelak Pendidikan keluarga bertujuan agar anak mampu berkembang secara maksimal yang meliputi seluruh aspek perkembangan yaitu jasmani, akal dan ruhani. Yang bertindak sebagai pendidik dalam rumah tangga ialah ayah dan ibu si anak, orang tua tidak seharusnya hanya menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak-anak mereka kepada pihak lembaga pendidikan atau sekolah, akan tetapi mereka harus lebih memperhatikan pendidikan anak-anak mereka di lingkungan keluarga mereka, karena keluarga merupakan faktor yang utama di dalam proses pembetukan kepribadian sang anak. Secara umum pola komunikasi orang tua dan guru lebih berperan dominan dalam membentuk kepribadian anak terutama melalui pemberian motivasi, Reward dan Punishment serta pengontrolan yang efektif dari orang tua dan guru. Motivasi berkepribadian yang baik dalam diri anak merupakan syarat agar anak terdorong oleh kemauannya sendiri untuk berbuat yang lebih baik, dan lebih lanjut anak akan sanggup untuk memperlihatkan kepribadian yang baik. Kemudian jika anak memperlihat akan kepribadian yang baik maka orang orang tua dan guru perlu memberikan reward (hadiah, pujian, penghargaan, dll) dan begitu pula sebaliknya orang tua atau guru salah harus memberikan punishment jika anak memperlihatkan kepribadian yang buruk agar tidak diulang lagi suatu saat nanti. Serta yang kontrol atau pengawasan yang melekat terhadap anak sangat diperlukan sekali dalam membentuk kepribadian anak.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Tajuk Subjek > Agama Islam > Pendidikan Agama Islam Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Pendidikan > Guru dan Aktivitas Pembelajaran > Metode Pembelajaran |
| Divisions: | Program Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Zulfitri Zulfitri |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 04:32 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 04:32 |
| URI: | http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33208 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
