Model Integrasi Kurikulum Fiqh Kitab Kuning dengan Kurikulum Fiqh Kementerian Agama di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Candung Kabupaten Agam Sumatera Barat

Izmi, Nelly (2016) Model Integrasi Kurikulum Fiqh Kitab Kuning dengan Kurikulum Fiqh Kementerian Agama di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Candung Kabupaten Agam Sumatera Barat. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bahwa ada enam mata pelajaran yang penamaannya sama antara kurikulum Kitab Kuning dan kurikulum Kementerian Agama RI, isi kurikulumnya juga sebagian sama, namun diajarkan pada waktu yang berbeda, jadi telah terjadi dualisme kurikulum yang membuat implementasinya jadi kurang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah disain model integrasi kurikulum fiqh kitab kuning dengan kurikulum fiqh Kementerian Agama di MTI Candung, sebagai sebuah solusi terhadap dualisme kurikulum dalam rangka optimalisasi hasil belajar. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan (Research and Development). Penelitian dan pengembangan dalam hal ini bagaimana memproses dualisme kurikulum menjadi kurikulum terintegrasi khususnya pada matapelajaran Fiqh di MTI Candung. Sumber data dalam penelitian ini adalah Raisul Madrasah, unsur pimpinan, pengurus yayasan, majelis guru, santri, alumni dan masyarakat sekitar. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Populasi santri sebagai responden angket berjumlah 280 orang, pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 50 orang. Berdasarkan data yang dikumpulkan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: 1) Kelemahan yang ditemukan adalah: hasil belajar kurang optimal, mengelola lebih banyak personalia karena bidang studi yang sama diajarkan dua kali, mengeluarkan biaya honor/insentif lebih besar, jadwal belajar reguler lebih banyak dan siswa merasakan beban belajar dan ujian yang berat, karena dilaksanakan dua kali. 2) Upaya yang dilakukan dalam perubahan kurikulum adalah; melaksanakan pendidikan dan latihan kurikulum, mulai dari menyusun perangkat persiapan pengajaran sampai kepada evaluasi, termasuk pembuatan soal-soal ujian. 3) Faktorfaktor yang mempengaruhi perubahan kurikulum adalah: Pesan Buya Syech Sulaiman Arrasuli bahwa harus mengajarkan pelajaran sebagaimana yang beliau ajarkan. Ada yang berpendapat, kalau pelajaran kitab harus diajar secara berurutan halaman demi halaman. Tidak mudah untuk menyamakan persepsi tentang integrasi kurikulum pada Pegurus Yayasan, pimpinan dan majlis guru. 4) Disain model integrasi kurikulum fiqh di MTI Candung; model kurikulum terintegrasi tersebut merupakan penyatuan dua model kurikulum, sehingga terdapat hanya satu model susunan kurikulum, dengan jalan memodifikasi susunan kurikulum, yaitu dengan cara memasukkan susunan kurikulum yayasan mengikuti alur susunan kurikulum Kementrian Agama, buku sumber yang digunakan adalah kitab kuning.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Metode Pembelajaran, Pondok Pesatren, Fiqh
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Fiqih
Tajuk Subjek > Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pondok Pesantren
Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Pendidikan > Guru dan Aktivitas Pembelajaran > Metode Pembelajaran
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 12 Jun 2026 01:20
Last Modified: 12 Jun 2026 01:20
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33180

Actions (login required)

View Item View Item