Studi tentang Konsep Pragmatisme Ibnu Khaldun dan John Dewey serta Relevansinya dengan Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia

Fauzi, Muhammad (2016) Studi tentang Konsep Pragmatisme Ibnu Khaldun dan John Dewey serta Relevansinya dengan Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Filsafat pendidikan pragmatisme adalah aliran yang menekankan bahwa gagasan harus diuji dalam bentuk eksperimen dan melihat pendidikan sebaga komponen terpenting dalam perubahan dan kemajuan masyarakat secara pragmatis. Di antara tokohnya adalah Ibnu Khaldun dan John Dewey dengan corak pemikiran sama-sama empiris-pragmatis. Masalah dalam penelitian adalah apakah sama pragmatis Ibnu Khaldun dan John Dewey Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Memahami persamaan dan perbedaan pemikiran pragmatis Ibnu Khaldun dan John Dewey. 2) Mengeksplorasi konsep pemikiran pragmatis Ibnu Khaldun dan John Dewey dalam pendidikan. 3) Melihat relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dan John Dewey terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Secara metodologis penelitian ini menggunakan metode kepustakaan(library research) dengan pendekatan filosofi-historis. Data bersumber dari karyakarya Ibnu Khaldun dan John Dewey. Di samping itu, dari berbagai literatur berupa buku-buku, majalah, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kajian ini. Hasil penelitian ini bahwa; secara ontologi Ibnu Khaldun dan John Dewey sama-sama berpola pikir empiris dan menganggap akal sebagai instrumen untuk mendapatkan ilmu pengetuhan. Namun keduanya berbeda dalam hal epistemologi, Ibnu Khaldun menganggap kebenaran tidak hanya bersumber dari kebenaran empiris semata, akan tetapi juga dari kebenaran wahyu. Pragmatis Ibnu Khaldun tidak bersifat isme-isme sebagaimana yang dipahami John Dewey, akan tetapi Ibnu Khaldun bersifat Pragmatisme-Religius. Konsep pragmatis Ibnu Khaldun dan John Dewey dapat terlihat pada komponen pendidikan; (a) tujuan pendidikan,Ibnu Khaldun dan John Dewey sama-sama menekankan agar peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dalam masyarakat secara pragmatis dan sukses secara material. Namun bagi Ibnu Khaldun muara terkhirnya adalah agar peserta didik sukses dunia dan akhirat. (b) Kurikulum pendidikan yang ditawar Ibnu Khaldun dan John Dewey pada prinsipnya sama-sama membolehkan semua jenis materi untuk dipelajari. Namun keduanya berbeda dalam epistemologi dan universalitas kurikulum. (c) Metode pendidikan, bagi Ibnu Khaldun pengajaran berorientasi kepada guru (teacher oriented). Sementara itu, bagi John Dewey pengajaran berorientasi kepada peserta didik (student oriented). Dari pemikiran Ibnu Khaldun dan John Dewey tersebut, ada beberapa relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam di Inonesia, yaitu; (a) tujuan pendidikan agar terwujudnya peserta didik yang berilmu, cakap dan bertanggung jawab. (b) Dalam bidang kurikulum, baik Ibnu Khaldun dan John Dewey menawarkan kurikulum dinamis memiliki relevansi dengan pendidikan Islam saat ini. (c) Metode pendidikan dengan belajar Aktif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Sejarah Perkembangan Islam, Pendidikan Islam, Tokoh Islam
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Filsafat dan Perkembangan Islam > Pendidikan Islam
Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam > Biografi Tokoh Pemuka Agama Islam
Tajuk Subjek > Agama Islam > Sejarah Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 09 Jun 2026 04:00
Last Modified: 09 Jun 2026 04:00
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33158

Actions (login required)

View Item View Item