Perbandingan Konsep Kurikulum Pendidikan Islam Dan Kurikulum Pendidikan Barat

Tizar, Makmur (2013) Perbandingan Konsep Kurikulum Pendidikan Islam Dan Kurikulum Pendidikan Barat. Doctoral thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (Cover - Dll)
Cover Dll.pdf - Published Version

Download (472kB)
[img] Text (Bab I)
BAB I, pendahuluan.pdf - Published Version

Download (158kB)
[img] Text (Bab III)
BAB III Pak Makmu T.pdf - Published Version

Download (147kB)
[img] Text (Bab V - Dapus)
Bab V - Dapus.pdf - Published Version

Download (258kB)
[img] Text (Fulltext)
Fulltext.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Terlihat bahwa ada kecenderungan para lulusan perguruan tinggi, termasuk para sarjana lulusan perguruan tinggi agama Islam, baik negeri maupun swasta di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat pascasarjana di negara-negara Barat, seperti di Eropa dan Amerika. Misalnya, Harun Nasution dan Mukti Ali mengikuti kuliah di McGill’s Institut of Islamic Stuides (MIIS) tahun 1950-an. Azyumardi Azra melanjutkan studi ke Columbia University di Manhattan, New York City, tahun 1986. Pada tahun 1990 jumlah mhasiswa Indonesia yang kuliah di Amerika Serikat ada 900-an. Ada juga ketergantungan kepada buku-buku (referensi) dari Barat sangat tinggi, khususnya bagi pengguna di tingkat pendidikan tinggi. Kecenderungan tersebut tidak lepas dari pandangan sarjana Islam yang lebih memandang bahwa referensi dan kurikulum pendidikan Barat lebih unggul dibandingkan kurikulum pendidikan Islam. Masalah yang muncul adalah apakah kurikulum pendidikan Barat lebih unggul daripada kurikulum pendidikan Islam. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diformulasikan rumusan masalah penelitian, yaitu bagaimana perbandingan konsep kurikulum pendidikan Islam dan kurikulum pendidikan Barat. Agar studi ini lebih fokus, penelitian ini dibatasi sebagai berikut: (1) perbandingan antara asas-asas kurikulum pendidikan Islam dan Barat, (2) perbandingan antara prinsip-prinsip pengembangan kurikulum pendidikan Islam dan Barat, (3) perbandingan antara komponen-komponen kurikulum pendidikan Islam dan Barat, dan (4) perbandingan orientasi kurikulum pendidikan Islam dan Barat. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, mengambil sumber data dari literatur kepustakaan berupa buku-buku, majalah, dokumen-dokumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif, yang berusaha mengungkapkan sisi perbedaan dan persamaan antara dua hal objek yang dibandingkan. Dengan langkah-langkah: (1) mencari dan mengumpulkan sumber utama mengenai dokumen-dokumen normatif dan informasi lain yang mengarahkan kepada penggalian informasi tentang topik penelitian, (2) membaca dan menelaah literatur sumber data utama dan mengklasifikasikan hasil bacaan berdasarkan aspek masalah yang diteliti, (3) memperkaya input masalah yang diteliti dengan mempelajari literatur pelengkap sekaligus sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan, (4) mengkaji persamaan dan perbedaan antara kurikulum pendidikan Islam dan kurikulum pendidikan Barat, (5) mengkaji sisi kelebihan dan kekurangan antara kurikulum pendidikan Islam dan Barat, (6) memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian, dan (7) memberikan saran penelitian. Penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa ada kesamaan antara bentuk kurikulum pendidikan Islam dan Barat baik ditinjau dari segi asas-asas kurikulum, prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, komponen-komponen kurikulum, dan orientasi kurikulum. Adapun yang membedakan antara kurikulum pendidikan Islam dan kurikulum pendidikan Barat, bahwa kurikulum pendidikan Islam menonjolkan aspek religius yang berdasarkan al-Qur’an dan Hadis tanpa meninggalkan prinsip fleksibilitas dan menerima masukan dan pendapat para pemikir pendidikan di bidang kurikulum. Keunggulan kurikulum pendidikan Islam dibandingkan dari pendidikan Barat adalah kesempurnaan kandungan kurikulum, yang memandang secara utuh hakekat manusia, sebagai makhluk multi dimensi dan multi potensi, yakni dimensi jasmani dan dimensi rohani, baik untuk kebahagiaan duniawi maupun dari segi kebahagiaan ukhrawi. Sementara kurikulum pendidikan Barat, lebih mementingkan kebahagiaan duniawi daripada kebahagiaan ukhrawi, dimana kurikulum pendidikannya lebih berorientasi kepada aspek kebahagiaan jasmani dan pemenuhan kebutuhan yang sifatnya duniawi. Dapat disimpulkan bahwa keunggulan kurikulum pendidikan Islam atas Barat terletak pada keuniversalan pandangan Islam tentang manusia yang berimplikasi kepada penjabaran kandungan materi kurikulum yang diberikan. Sehingga kurikulum pendidikan Islam lebih luas dan lebih sempurna dibandingkan kurikulum pendidikan Barat. Kurikulum pendidikan Barat kelihatannya lebih menekankan aspek kepentingan duniawi dan jasmani, sementara aspek ukhrawi dan rohani, yang merupakan bagian vital manusia tidak dimasukkan dalam merancang kurikulum. Sementara kelebihan kurikulum pendidikan Barat, terlihat dari semangat mereka dalam mengembangkan sains dan teknologi. Sementara kurikulum pendidikan Islam lemah di bidang sains dan teknologi. Karena itu, pendekatan komplementer merupakan pendekatan yang tepat dilakukan, yakni pendekatan saling melengkapi dan saling mengisi satu sama lain.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Kurikulum Pendidikan islam, Kurikulum Pendikan Barat
Subjects: Tajuk Subjek > Agama Islam > Pendidikan Agama Islam
Tajuk Subjek > 300 Ilmu Sosial > Pendidikan > Kurikulum
Divisions: Program Pascasarjana > Program Doktor > Pendidikan Islam
Depositing User: Zulfitri Zulfitri
Date Deposited: 18 May 2026 04:59
Last Modified: 18 May 2026 04:59
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/33129

Actions (login required)

View Item View Item