Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Empat Frasa Jahiliyah Dalam Al-Qur'an

Rusydah, Dina Fitri Nur (2026) Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Empat Frasa Jahiliyah Dalam Al-Qur'an. Skripsi thesis, UIN Imam Bonjol Padang.

[img] Text (COVER - DAFTAR ISI)
COVER - DAFTAR ISI .pdf - Published Version

Download (640kB)
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf - Published Version

Download (498kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf - Published Version

Download (330kB)
[img] Text (BAB V - DAFTAR PUSTAKA)
BAB V DAN DAPUS.pdf - Published Version

Download (354kB)
[img] Text (FULLTEXT)
SKRIPSI FULLTEXT REPOSITORY.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep jahiliyah dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dengan fokus pada empat frasa utama: ẓann al-jāhiliyyah (prasangka jahiliyah), ḥukm al-jāhiliyyah (hukum jahiliyah), tabarruj al-jāhiliyyah (gaya hidup jahiliyah), dan ḥamiyyah al-jāhiliyyah (fanatisme jahiliyah). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa jahiliyah bukan sekadar periode historis masa lalu, melainkan sebuah sistem nilai dan ideologi yang dapat muncul kembali dalam berbagai bentuk kontemporer, seperti fenomena ketimpangan hukum dan pergeseran nilai moral di masyarakat modern. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan model studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan dengan menerapkan teori tiga lapis makna Roland Barthes, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Data primer bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat lafaz al-jāhiliyyah, didukung oleh rujukan leksikografis Arab dan kitab tafsir seperti al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibn ‘Āsyūr dan Tafsir al-Qurthubi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam analisis semiotika Roland Barthes secara denotatif, empat frasa jahiliyah menggambarkan perilaku spesifik masyarakat yang menolak kebenaran, mulai dari kesalahan cara berpikir hingga fanatisme kelompok. Secara konotatif, istilah-istilah tersebut menyingkap kerusakan sistemik pada level epistemologi (cara menilai), yudisial (sistem hukum), kultural (gaya hidup), dan emosional (sikap batin) yang bertentangan dengan nilai ilahiah. Pada level mitos, Al-Qur’an membongkar "rezim nilai" yang menormalisasi kesesatan seolah-olah sebagai sesuatu yang alami dan wajar, sekaligus membangun mitos tandingan (counter-myth) berbasis tauhid, ilmu, dan keadilan.Sintesis penelitian ini menegaskan adanya pola metamorfosis jahiliyah yang bergerak dari kerusakan nalar individu menuju sistem sosial yang menindas, budaya yang menyimpang, hingga bermuara pada fanatisme destruktif. Temuan ini memberikan kerangka kritis untuk mengidentifikasi wajah-wajah jahiliyah modern yang tersembunyi dalam struktur sosial dan pola pikir masyarakat masa kini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Al-Qur’an, Frasa Jahiliyah, Semiotika Roland Barthes, Mitos Qur’ani.
Subjects: Agama Islam > Al-Qur'an dan Ilmu Berkaitan > Tafsir Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ruang Baca FUSA
Date Deposited: 04 Mar 2026 03:06
Last Modified: 04 Mar 2026 03:06
URI: http://repository.uinib.ac.id/id/eprint/32345

Actions (login required)

View Item View Item